Minggu, 08 Des 2019

Universitas Indonesia Dukung Masyarakat Lingkar Sinabung dalam Kesiapsiagaan Bencana

Admin Rabu, 05 Desember 2018 22:16 WIB
SIB/Marlinto Sihotang
Tanah Karo (SIB)  -Universitas Indonesia (UI) melalui Pusat Krisis Universitas Indonesia mendukung penuh masyarakat  4 (empat) desa di sekitar lingkar Gunung Sinabung yaitu Sukatendel, Tiganderket, Perbaji, dan Kebayaken dalam hal psikososial dan kesiapsiagaan bencana.

Dukungan dan penguatan yang dilakukan UI melalui Pusat Krisis UI di lingkar Sinabung yaitu melaksanakan program pelatihan dukungan psikososial awal, pelatihan kesiapsiagaan keluarga, dan pelatihan kesiapsiagaan desa dalam menghadapi bencana Sinabung baik saat erupsi, banjir laharan dan bencana lain yang ditimbulkannya. "Kita laksanakan program ini sejak tahun 2016 hingga kini. Semoga bencana gunung api Sinabung segera usai dan masyarakat kembali hidup normal," kata pengabdi utama program sekaligus Ketua Pusat Krisis Universitas Indonesia Dicky C Pelupessy SPsi, PhD Selasa (4/12).

Dijelaskannya, Gunung Sinabung telah mengalami fluktuasi bencana sejak tahun 2010. Banyak dampak bencana yang dirasakan masyarakat hingga saat ini seperti antaranya potensi banjir lahar yang melanda desa-desa di sektor Barat dan Barat Daya. Walaupun Gunung Sinabung selama beberapa bulan terakhir mengalami penurunan tingkat aktivitas, potensi bencana tetap ada. Oleh karena itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat sekitar untuk tetap siap siaga. "Kita ajari masyarakat siaga bencana melalui program-program yang sudah dilaksanakan selama ini," katanya.. 

Melalui program ini, juga terbentuk komunitas-komunitas relawan desa yang saling berjejaring dan telah dilengkapi dengan berbagai peralatan standar. Keseluruhan program ini diperkuat kembali pada tahun 2018 dengan dukungan Program Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia TA 2018. "Selama beberapa bulan, program ini mendukung tim relawan yang telah ada untuk menguatkan kesiapsiagaan bencana tingkat desa di bidang mitigasi. Hal-hal yang dilakukan antara lain pembuatan rencana penanggulangan bencana desa, pemetaan desa, pembagian tugas dalam situasi darurat, edukasi kesiapsiagaan keluarga, pembuatan rambu-rambu kebencanaan desa, dan melaksanakan simulasi kebencanaan," katanya.

Lanjutnya, saat ini keempat desa telah memiliki rancangan awal rencana penanggulangan bencana desa yang masih akan disempurnakan dan rencana kesiapsiagaan untuk menghadapi kondisi darurat bencana.

Harapannya,  desa-desa ini dapat menjadi desa tangguh bencana ke depannya dan bisa memberi contoh bagi desa-desa lainnya yang memiliki ancaman bencana serupa. Kemudian tahun 2019, tim relawan bermaksud untuk mengintegrasikan program kesiapsiagaan bencana dalam program desa yang kegiatannya berupa pelatihan, pelengkapan, dan simulasi.

Sementara, perwakilan masyarakat yang hadir dalam salah satu simulasi di Desa Kebayaken menyebut program ini memberi mereka pengetahuan yang baru dan membuat masyarakat berpikir lebih mandiri dalam keselamatan warganya. "Kami berharap ke depannya dukungan-dukungan seperti ini masih tetap ada di kampung kami, hingga bencana Sinabung usia," kata Erna Br Tarigan warga Desa Kebayaken. (b02/l)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments