Sabtu, 19 Sep 2020

Unit Tipikor Polres Labuhanbatu Selidiki Dugaan Pungli BLT-DD Baganbilah

redaksisib Selasa, 02 Juni 2020 11:27 WIB
Dok/Joko

LIDIK PUNGLI BANSOS: Dua anggota Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu memintai keterangan  Kepala Dusun II Desa Baganbilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara dan Kepala Desa Baganbilah Asrul Siregar serta warga penerima BLT-DD, Sudarto, Sabtu (30/5) sore, di Kantor Kepala Desa Cintamakmur, Kecamatan Panai Hulu Labuhanbatu.


Labuhanbatu (SIB)
Dugaan pungutan liar dari penerima bantuan langsung tunai (BLT) Daba Desa di Dusun II Desa Baganbilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, yang disebut-sebut untuk polisi pengawal penyaluran bansos, mendapat respon cepat dari Polres Labuhanbatu. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut sejak pekan lalu.

Tim Unit Tipikor turun ke lapangan, dan memintai keterangan saksi-saksi di kantor Kepala Desa Cintamakmur Kecamatan Panai Hulu, Sabtu (30/5) sore. Personil Tipikor menyelidiki terkait pemotongan BLT-DD terhadap sejumlah penerima manfaat yang diduga dilakukan Kepala Dusun II, Desa Bagan Bilah, T.

Pantauan wartawan, penerima BLT-DD yang hadir untuk dimintai keterangan oleh polisi, ada Suratman, Misinem, Sulaiman, Asmah, Selamat, Adio Pangkepi, Agus Suprianto, Sutaryo, Sukiati, Leginah, Hendi Penerangan, Manislam, Edi Irwansyah, Suheri, Suriana, Sutriono, Sudarto, Heriadi, Paijan dan Sugiman.

Dua anggota Unit Tipikor memintai keterangan Kepala Desa Bagan Bilah Asrul Siregar dan Kepala Dusun II Tupon, di ruang pertemuan kantor Kepala Desa Cintamakmur, Kecamatan Panai Hulu. Selain kedua aparat desa itu, 3 warga Dusun II, yakni Sudarto, Suheri dan Suriana juga diminta keterangan.

"Tadi awalnya kita disuruh datang ke kantor Kades Baganbilah karena mau dimintai keterangan di sana, tapi tidak jadi. Lalu, katanya mau diperiksa di Pos Polisi Ajamu, eh, nggak jadi juga. Tahu-tahu disuruh datang ke kantor Kades Cintamakmur. Di kantor itu, pak polisinya yang dari Polres meminta keterangan dari kita. Ya, sudah, nggak apa-apa. Dari pada ke Baganbilah nyeberang lebih jauh, makan abu pula," ujar seorang warga Dusun II Baganbilah yang menjadi korban pemotongan bansos atau pungli.

Sudarto, seusai dimintai keterangan oleh polisi, saat dikonfirmasi wartawan, mengaku ditanya seputar dana bansos BLT-DD, berapa uang yang diminta, untuk apa uang tersebut dan merasa keberatan atau tidak.

"Saya jawab, yang diminta lima puluh ribu. Katanya, untuk mengasih polisi. Ya, saya jawab juga, saya keberatan. Lalu saya ditanya, uangnya sudah dipulangkan atau belum. Saya jawab sudah, karena memang sudah dikembalikan," kata Sudarto.

Suheri juga mengaku ditanya hal yang sama. Tetapi Suheri menegaskan yang dipungli Rp50 ribu itu belum dikembalikan.

"Ditanya uang itu untuk apa. Ya, saya jawab, kata Tupon untuk memberi uang minyak polisi. Uang yang diambil dari saya memang tidak dikembalikan lagi," sebut Suheri.

Sedangkan Suriana mengaku melakukan pengutipan uang Rp50.000 atas perintah Kadus.

"Tetapi saya tidak ditanya uang itu untuk apa?" ungkap Suriana menjawab wartawan.

Sementara Sutriono, Sulaiman korban pungli lain yang uangnya tidak dikembalikan pelaku, belum diperiksa polisi Unit Tipikor itu.


Sebelumnya, Sutiono, Manislam yang ditemui wartawan di Dusun II Desa Baganbilah, juga menceritakan tentang pungutan uang setelah mencairkan BLT-DD.

"Bahkan Kadus mengatakan sudah mendahulukan uang minyak polisi. Jadi, uang yang dikutip dari kami sebagai gantinya. Tetapi siapa polisinya, dia (Kadus) nggak sebutkan nama. Cuma dia katakan polisi yang mengawal pencairan dana BLT itu," sebut Sutriono.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat mengisyaratkan pihaknya telah melakukan lidik atas kasus dugaan pungutan liar tersebut.

"Silakan koordinasi dengan Kasat Reskrim, Pak," sebut Agus Darojat melalui WhatsApp menjawab konfirmasi SIB.
Namun Kasat Reskrim tidak dapat dihubungi. Pesan otomatis dari WhatsApp-nya hanya menyampaikan terima kasih telah menghubungi serta mengarahkan ke SPKT untuk melaporkan kejadian atau memberi informasi.

Sementara, anggota Unit Tipikor Satreskrim yang turun ke lapangan, setelah memintai keterangan 3 saksi, menyebut pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Ditanya, apakah hanya 3 orang saja yang diperiksa, personil Unit Tipikor Satreskrim Polres Labuhanbatu itu menyebut akan ada pemeriksaan lanjutan.

"Nanti ada pemeriksaan lanjutan, Bang," kata anggota Unit Tipikor yang tidak mau disebut namanya, seraya berlalu meninggalkan kantor desa Cintamakmur. (BR6/LB03/c)
T#gs BLT DDBLT-DDBaganbilahPolres LabuhanbatupungliUnit Tipikor
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments