Jumat, 10 Jul 2020

Tuntut Uang Pesangon, Puluhan Karyawan PT TJ Mengadu ke DPRD Tanjungbalai.

redaksi Selasa, 14 Januari 2020 21:01 WIB
Foto SIB/Usni Pili Panjaitan
MENGADU: Karyawan yang terkena PHK mengadu ke DPRD Tanjungbalai terkait uang pesangon yang belum dibayarkan perusahaan, Senin (13/1).
Tanjungbalai (SIB)
Tuntut uang pesangon, puluhan karyawan PT TJ yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mengadu ke DPRD Tanjungbalai, Senin (13/1).

Mantan karyawan perusahaan pengolah udang dan hasil laut itu, tiba di Kantor DPRD Tanjungbalai dengan membawa spanduk protes. Sebanyak 28 orang karyawan korban PHK meminta agar DPRD memerjuangkan hak mereka.

"Sudah puluhan tahun kami bekerja di perusahaan itu, kami di PHK tahun 2018 tanpa memeroleh uang pesangon. Kami menuntut hak kami, bantu kami,"teriak seorang wanita paruh baya saat berorasi di depan Kantor DPRD Tanjungbalai.

Koordinator aksi Faisal Nasution menegaskan kedatangan mereka ke DPRD Tanjungbalai untuk meminta keadilan. "Kami minta agar wakil rakyat kami memerjuangkan hak kami, uang pesangon, kami di PHK sejak 2018 lalu,"ujar Faisal.

Kedatangan puluhan eks karyawan PT TJ itu, disambut Wakil Ketua DPRD Tanjungbalai Syahrial Bakti. Politisi PKB ini menegaskan pihaknya akan merespon aspirasi 28 orang karyawan yang terkena PHK. "Kita akan tindaklanjuti aspirasi saudara semua. Seharusnya ketika karyawan di PHK, maka perusahaan itu harus membayar uang pesangon. Nanti akan kita panggil Dinas Tenaga Kerja meminta penjelasan terkait persoalan ini,"ujar Syahrial.

Usai pertemuan, koordinator aksi Faisal Nasution, kepada SIB mengatakan kedatangan mereka ke DPRD Tanjungbalai atas saran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). "Kami kemari atas saran Disnaker. Sebab saat kami bertemu dengan pihak Disnaker terkait uang pesangon, tidak ada solusi yang kami terima. Mereka menyarankan agar kemari makanya kami datang ke Kantor DPRD ini,"tegas Faisal.

Menurut Faisal, uang pesangon yang mereka terima diperkirakan mencapai miliaran rupiah. "Kalau totalnya mencapai Rp2,6 miliar, itu untuk 28 karyawan yang terkena PHK,"ujarnya.
Usai menggelar pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD Tanjungbalai, puluhan karyawan korban PHK membubarkan diri. (A08/c)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments