Sabtu, 14 Des 2019

Tudingan Perambahan Kayu di Hutan Tukka Tapteng Akibatkan Banjir Bandang Dibantah Kadishut

Jumat, 17 Januari 2014 13:59 WIB
SIB/Dok
Kadis Kehutanan Ir Darmi Siahaan
Tapteng (SIB)- Tudingan adanya perambahan kayu di hutan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, sehingga mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang merusak puluhan rumah, 6 Januari 2014 lalu, dibantah Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Tapanuli Tengah, Ir Darmi Siahaan MM.

Kadis yang dikonfirmasi SIB di kantornya, Rabu (15/1) menegaskan sudah membentuk tim untuk menyelidiki dugaan tersebut ternyata tidak ada ditemukan. "Sebelumnya juga kami sudah turun menyusuri pegunungan Tukka, mulai Dusun S Kalangan Dua, Dusun Harimonting, Hutaraja, Dusun Sayur Manggita dan lainnya. Juga tidak ada perambahan hutan ditemukan," kata Darmi Siahaan didampingi Sekretaris Dinas, Mhm Arsyad Hsb.

Saat itu, sebutnya, mereka menyusuri hutan karena adanya undangan dari pihak PLTA Sipan Sihaporas untuk melihat wilayah konsesi yang juga merupakan bagian dari hutan Tukka.

Karena sebelumnya diduga ada penebangan kayu yang mengakibatkan terjadinya banjir kiriman mengalir ke waduk PLTA, tetapi monitoring yang turut diikuti Camat Tukka, kepala desa dan Dinas Kehutanan bersama pihak PLTA tersebut tidak ditemukan pembalakan hutan.

Memang, ungkapnya lagi, ada pengambilan kayu yang dilakukan masyarakat, tetapi itu diambil dari lahan masyarakat. "Soal adanya kayu gelondongan saat banjir bandang menghantam Hutanabolon Tukka beberapa waktu lalu tidak bisa langsung dituduhkan bahwa itu akibat pembalakan hutan.

Besar kemungkinan itu akibat kayu tumbang atau bekas penebangan beberapa tahun lalu," kata Kadis.

Tetapi dengan adanya peristiwa ini, pihaknya akan mengintensifkan patroli kehutanan untuk mencegah adanya pembalakan liar.

Namun diharapkan juga masyarakat membantu dengan memberi informasi, karena kalau masyarakat bersama aparat pemerintah bersama-sama maka pembalakan liar pasti akan bisa ditekan.

 "Perlu adanya partisipasi aktif masyarakat untuk terlibat menghentikan illegal logging. Kalau hanya mengharapkan Dinas Kehutanan, itu sulit," kata Darmi Siahaan diamini Arsyad Hsb.

Sementara seputar adanya salah satu dusun yakni Siantar Gunung yang berada tepat di atas Desa Hutanabolon, yang disebut-sebut  mengalami keretakan sekitar 80 cm, sehingga dikhawatirkan bisa longsor menimpa perkampungan,  Kadis Kehutanan akan menelusuri informasi tersebut. (E5/h)





T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments