Rabu, 11 Des 2019

Total Loss dan Miring, Kerangka Patung Yesus di Taput Harus Dirobohkan

redaksi Senin, 11 November 2019 16:49 WIB
Sib/Doc
PATUNG: Bangunan kerangka Patung Yesus di Bukit Siatas Barita, Desa Pea Tolong, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara kondisinya sudah miring dan dalam rencana perobohan oleh Pemkab Taput.

Tarutung (SIB)
Terbengkalainya pembangunan Patung Yesus di Desa Pea Tolong, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, mendapat perhatian berbagai pihak. Anggota DPR RI Sihar Sitorus meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melanjutkan proyek patung tersebut.


Ia meminta Pemprov Sumut membahas masalah tersebut ke pihak terkait agar proyek bisa segera diselesaikan.
Dalam postingannya di media sosial Facebook (FB) pada 5 Nopember 2019, Sihar Sitorus menyebutkan saat bertemu Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi telah menyampaikan harapannya agar situs wisata yang sempat terbengkalai pembangunannya itu dapat dilanjutkan.


Bupati Taput Nikson Nababan, yang dimintai tanggapannya terkait kelanjutan pembangunan Patung Yesus di Bukit Siatas Barita mengatakan, proyek Patung Yesus tidak bisa dilanjutkan.


Alasannya, proyek itu sudah total loss (kerugian total) dan kondisi bangunan kerangka patung saat ini sudah mengalami kemiringan karena konstruksinya tidak begitu kuat dan keadaan tanahnya yang labil. "Apabila proyek dilanjutkan akan berisiko roboh. Jadi rencananya dirobohkan sebelum ada korban, " sebutnya.


Disampaikan, saat ini bangunan kerangka Patung Yesus dalam proses penghapusan dari aset Pemkab Taput.
Kabag Hukum Perundang-undangan Setdakab Taput Alboin Butarbutar yang dikonfirmasi terkait rencana perobohan tersebut menyampaikan, telah ada kesepakatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Taput melalui rapat yang dipimpin Bupati Taput untuk merobohkan bangunan kerangka Patung Yesus di Siatas Barita.


Menurutnya, sudah menjadi kepastian pembangunan Patung Yesus tidak dapat dilanjutkan merujuk pada situasi yakni secara hukum telah inkrah dengan adanya putusan Pengadilan Tipikor Medan yang menjatuhkan vonis kepada dua orang sebagai terpidana tindak korupsi. Bahkan proyek pembangunan tersebut dinyatakan total loss.


Alasan lainnya, kondisi lapangan menunjukkan telah terjadi kemiringan dan tanah labil yang dibuktikan dengan terjadinya lonsor di depan bangunan kerangka patung.


"Temuan adanya kemiringan itu sesuai dengan analisa para ahli bangunan dari USU. Kemiringannya setiap tahun bertambah sehingga dikhawatirkan bangunan kerangka patung akan roboh sendirinya. Apabila roboh sendiri, maka akan sulit diprediksi arah robohnya. Ada kekhawatiran dapat berguling hingga ke pemukiman penduduk. Maka direncanakan akan dirobohkan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, " ujarnya.


Terkait rencana perobohan kerangka patung, menurut dia, Bupati Taput telah mengirim surat ke Polda Sumut pada Maret 2019 dan mendapat tanggapan agar perobohan ditunda karena masih dalam tahap penyelidikan untuk pengembangan kasus karena masih berpotensi adanya tersangka baru.


Selanjutnya disusul dengan surat kedua pada Oktober 2019, namun belum mendapat jawaban.
"Diperkirakan apabila proses hukum dengan potensi tersangka baru telah ditemukan dan ditetapkan, maka akan dilakukan perobohan, " sebutnya.


Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan menghapus bangunan Patung Yesus dari daftar barang milik daerah dan akan merobohkannya.


Beberapa waktu lalu Bupati Taput memimpin rapat rencana penghapusan aset tersebut dengan dasar Surat Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Nomor : R-83/PW02/5/2016 tanggal 24 Oktober 2016 perihal laporan hasil audit dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan konstruksi pembangunan patung Tuhan Yesus.


Surat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi USU Fakultas Teknik Nomor :4214/UN5.2.1.4/SDM/2016 tanggal 28 Juli 2016 perihal laporan investigasi lapangan pemeriksaan fisik mutu konstruksi pembangunan patung Tuhan Yesus yang menyatakan aset tersebut total loss.


Putusan pengadilan tindak pidana pada Pengadilan Negeri Medan tanggal 8 Agustus 2017 dengan nomor perkara 24/pid.SUS-TPK/2017 PN Medan telah berkekuatan hukum tetap.
Aset ini tercatat pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tapanuli Utara Nomor 032/1028/15.1.1/VIII/2018. (BR7/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments