Selasa, 20 Agu 2019

Tolak Kadus Terpilih, Puluhan Warga Datangi Kantor Camat Simpang Empat Asahan

admin Selasa, 12 Februari 2019 14:29 WIB
Ilustrasi
Simpang Empat (SIB) -Menolak Kepala Dusun (Kadus) XII Desa Simpang Empat Kabupaten Asahan berinisial LMM (38) yang terpilih dan lolos seleksi, puluhan warga yang didominasi ibu-ibu "seruduk" kantor camat setempat, Senin (11/2). Kedatangan warga itu adalah yang keempat kalinya meminta Kepala Desa setempat agar tidak melakukan pelantikan kepada Kadus tersebut.

Amatan SIB, puluhan warga itu diterima oleh Kades Yafit Ham Marpaung, Camat Armansyah serta panitia pemilihan Kadus. Mereka yang mengatasnamakan warga dusun XII menolak Kadus terpilih itu dan meminta agar diganti karena dinilai tidak cocok untuk memimpin dusunnya. Pasalnya, terpilihnya Kadus itu diduga sarat kepentingan mengingat ayahnya adalah Kadus sebelumnya.

Selain itu, warga juga mengatakan bahwa Kadus itu baru beberapa tahun kembali dari perantauan, berstatus ibu rumah tangga yang sudah menikah namun si suami tidak pernah dikenal oleh warga setempat, dan saat ini masih menumpang tinggal dengan orang tuanya.

"Selama tinggal tidak ada sosialnya dengan masyarakat, baik kegiatan sosial, pesta adat di masyarakat. Katanya sudah menikah tapi kami tidak pernah melihat suaminya, sampai sekarang pun masih menumpang tinggal dengan orang tuanya. Bagaimana ceritanya memimpin dusun kami. Apa karena ayahnya Kadus sebelumnya. Lebih baik kami tidak punya Kadus jika dia tetap dilantik,"sebut boru Siahaan diamini Barus perwakilan warga dalam pertemuan itu.

Dalam pertemuan itu, Camat Armansyah meminta Kades untuk mempertimbangkan aspirasi warga tersebut. "Hal ini harus pertimbangan Kades terkait persoalan Kadus yang baru ini. Karena banyak warga yang tidak setuju. Kadus belum dilantik ditengah jalan sudah ada persoalan. Jadi harus dipertimbangkan Kades." jawab Camat menanggapi puluhan warga tersebut.

Ditambahkan, dalam proses rekrutmen Kadus itu, pihaknya hanya merekomendasikan calon Kadus yang diserahkan pihak desa. Dan bagi yang terpilih dalam seleksi itu juga telah menandatangani fakta integritas dan penyataan siap diberhentikan jika tidak bisa bekerja sesuai Tupoksinya.

"Kadus terpilih ini sudah menandatangani pakta integritas, jadi warga berhak mengawasi kinerjanya. Saya perintahkan warga Dusun 12 datang ke kecamatan jika kinerja Kadus itu tidak sesuai Tupoksinya. " pungkasnya.

Sementara itu, Kades Yafit Ham Marpaung dalam kesempatan itu mengatakan bahwa proses pemilihan Kadus itu dilaksanakan tidak langsung, namun melalui tahapan seleksi ujian bagi setiap warga yang ingin menjadi Kadus sesuai dengan peraturan Permendagri No. 67 tahun 2017 dan Perda Asahan No 6 tahun 2017 tentang perekrutan perangkat desa.

Oleh karena itu sambungnya, pihaknya tidak memiliki dasar untuk membatalkan Kadus tersebut. "Prosesnya sudah sesuai peraturan, jadi apa dasar saya membatalkan Kadus itu. Jadi saya minta kepada warga, setelah dilantik silakan warga mengawasi kinerjanya. Jika ditemukan ada kesalahan atau pelanggaran, silakan lapor ke desa maupun ke kecamatan, " ucap Yafit.

Informasi dihimpun SIB, proses seleksi penerimaan Kadus di desa itu berlangsung diawal Februari 2019 lalu. Dalam proses perekrutannya, masyarakat setempat secara umum tidak mengetahui akan adanya pemilihan Kadus di daerah tersebut. Sehingga hanya dua orang warga mengikuti seleksi penerimaan dan yang lolos jadi Kadus XII dalam seleksi itu yaitu Ledy Masniar boru Simangunsong anak dari Kadus sebelumnya. (E09/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments