Selasa, 19 Nov 2019

Tol Laut akan "Kendalikan" Harga-harga di Nias

* Masyarakat Minta Penyesuaian Tarif
admin Kamis, 20 Juni 2019 15:32 WIB
Ilustrasi
Gunungsitoli (SIB) -Keberadaan tol laut yang akan rutin menyinggahi pulau Nias dengan armada kapal kontainer berkapasitas 100 box sangat berpotensi menstabilkan harga-harga, sehingga masyarakat diminta memanfaatkan. Hal itu dikatakan Kepala Cabang Pelindo I Gunungsitoli, Jonni Sitompul didampingi Manager Teknik dan Manager Umum, Subiyanto dan Andi A Hasibuan saat kedatangan perdana armada tol laut, Kapal kontainer di Pelabuhan Angin Gunungsitoli, Rabu (19/6).

Program tol laut secara umum dikatakan sebagai terobosan pemerintah pusat dalam menjangkau serta memfasilitasi pertukaran barang antar daerah dengan dana subsidi, tentunya harus dengan tarif lebih rendah sehingga disparitas harga di daerah terluar dapat terjangkau.

Tol laut merupakan penyempurnaan program sebelumnya. Pihak Pelindo I bersama pihak, KSOP, Wali kota Gunungsitoli sebelumnya melakukan lobbi ke kementerian. Jonni juga mengapresiasi semangat Wali kota Lakhomizaro Zebua yang turut melakukan komunikasi ke kementerian.

"Kapal ini berlayar dengan rute Telukbayur-Sinabang-Nias dengan waktu 9 hari secara terus menerus dikendalikan PT ASDP Indonesia Fery," urainya.

Sementara urusan bisnis ditangani PT Mentari yang membuka cabang di Gunungsitoli. Untuk informasi jasa pengiriman dapat menghubungi perusahaan dan mendaftar sebagai member untuk efektivitas kegiatan.

Jonni mengimbau 5 Pemda di Nias aktif mensosialisasikan program ini kepada masyarakat, khususnya para pebisnis, agar segera menjajaki pertukaran komoditas dari Padang, Sinabang dan daerah lainnya, serta menggalang akses-akses bisnis dan perdagangan sehingga harga-harga di Nias stabil, perekonomian lebih semarak.

Sementara itu, kalangan pengusaha menyambut baik keberadaan tol laut dengan armada KM Khendaga Nusantara II yang berguna mengefektifkan arus pengiriman barang ke Nias.

Namun tarif yang belum mendukung membuat masih banyak warga yang enggan memanfaatkan jasa pelayaran ini. "Untuk saat ini tarif komersil masih kebih murah dari tol laut, mohon agar pihak pihak meninjau ulang," kata Ernis Giawa pengusaha yang bergerak di bidang jual beli kopi dan kakao.

Kemudian keluhan lainnya, masyarakat menginginkan dibuka jalur Belawan-Nias, sebab pengusaha Nias banyak yang melakukan pengiriman dan pemesanan barang Medan-Nias.

Kita meminta pemerintah jangan setengah hati menerapkan tol laut, mohon dipertimbangkan keinginan-keinginan kita sebagai pelaku ekonomi bisnis sehingga tujuan pemerintah dalam stabilisasi harga serta menyejahterakan masyarakat dapat terwujud," katanya diamini rekannya. (BR9/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments