Senin, 06 Apr 2020

Tionghoa di Labuhanbatu Sepakat Tiadakan Cheng Beng

redaksisib Kamis, 26 Maret 2020 16:41 WIB
SIB/Dok

CHENG BENG DITIADAKAN: Tokoh-tokoh etnis Tionghoa, Ketua Indonesia Tionghoa (InTi) Labuhanbatu Sujian Acan, Johny, Andi Azis, Kusnar Efendi dan Safwan Hadi Umri, foto bersama Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat setelah menyampaikan kesepakatan bersama etnis Tionghoa, meniadakan tradisi ziarah Cheng Beng untuk menghindari penyebaran virus corona, Rabu (25/3).

Rantauprapat (SIB)
Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Rantauprapat sepakat meniadakan tradisi Cheng Beng atau ziarah kubur bagi warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Labuhanbatu. Cheng Beng tahun ini akan dilaksanakan 10 hari sebelum dan sesudah tanggal 14 April, ditiadakan untuk menghindari penyebaran virus corona (Covid-19).

"Kesepakatan itu kita ambil juga untuk menyahuti maklumat Kapolri, surat edaran menteri agama dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19," kata Ketua Indonesia Tionghoa (InTi) Labuhanbatu Sujian Acan didampingi Ketua Harian Yayasan Sosial Budi Agung Johny, Ketua Yayasan Buddhist Jayanti, Andi Azis mewakili pekuburan Tionghoa Parlayuan, Ketua Pekuburan Tionghoa Pinang Lombang Kusnar Efendi dan Ketua Pekuburan Tionghoa Perisai Bakaranbatu Safwan Hadi Umri, Rabu (25/3), di Rantauprapat.

Kesepakatan itu juga disampaikan kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat. Kapolres menyambut baik dan mengapresiasi kesepakatan tersebut untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

Sujian Acan menyebut, Cheng Beng merupakan ziarah kubur sekaligus mempererat tali silaturahim antaranggota keluarga yang selama ini berjauhan.

“Selain mengenang dan memuliakan orang tua atau leluhur yang sudah meninggal dunia, tradisi ini juga sebagai sarana berkumpulnya saudara, kerabat dan anak-anak warga keturunan,” ujar mantan anggota DPRD Sumut itu.

Menurut Johny, Cheng Beng biasanya dilaksanakan 10 hari sebelum maupun sesudah tanggal 14 April.

"Namun, demi kebersamaan khususnya dalam upaya pencegahan merebaknya Covid-19, kita sepakat untuk tidak menggelar tradisi peninggalan leluhur (adat dan budaya) tersebut," ujarnya.

Mereka juga meminta dan mengimbau agar warga etnis Tionghoa tidak berziarah Cheng Beng demi kesehatan bersama. (BR6/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments