Kamis, 19 Sep 2019

Tim Labfor Polda Sumut Olah TKP Kebakaran Seiberombang

admin Jumat, 14 Juni 2019 17:52 WIB
SIB/Dok
SELIDIKI PENYEBAB KEBAKARAN : Tim Labfor Polda Sumatera Utara didampingi Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto melakukan olah TKP menyelidiki sumber api penyebab kebakaran yang menghanguskan 30 rumah warga Jalan Jenderal Ahmad Yani Seiberombang, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, Rabu (12/6). Peristiwa yang terjadi Rabu (5/6) subuh itu juga menewaskan 4 sekeluarga.
Seiberombang (SIB) -Tim Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara turun ke Seiberombang, Rabu (12/6). Tim menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 30 rumah warga di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kelurahan Seiberombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, hingga menyebabkan 4 sekeluarga tewas terbakar pada peristiwa Rabu (5/6) subuh itu.

Tim Forensik Polda Sumut itu didampingi Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim ini intensif memeriksa tempat 4 korban tewas terbakar. Tim menyelidiki asal api, apakah dari gas elpiji, korsleting listrik atau sengaja dibakar.

"Masih dalam pemeriksaan. Sejauh ini Tim Laboratorium Forensik masih bekerja," kata Budiarto menjawab wartawan.
Dia menyebut tim Laboratorium Forensik akan menyelidiki sumber api yang membakar rumah korban tewas. Ia pun meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda Sumut.

"Kita tunggu hasil Labfor. Pemeriksaan kemungkinan hingga 14 hari ke depan. Sejauh ini tim Labfor masih bekerja. Tim Labfor nanti yang akan tahu dari mana asal api yang menyebabkan kebakaran itu," kata Budiarto.

Pada pemeriksaan di lokasi, tim Labfor juga menggali informasi dari saksi-saksi, termasuk anak korban tewas untuk memastikan pemeriksaan secara ilmiah sehingga kesimpulan hasil pemeriksaan benar dan baik. Beberapa barang bukti juga diambil polisi dari lokasi untuk diperiksa di Laboratorium Forensik Polri.

Budiarto memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya pasca kebakaran itu aman dan kondusif.
Pada lokasi kebakaran masih tertumpuk puluhan tabung gas elpiji 3 kilogram yang telah gosong (berubah warna dari melon ke coklat), dikelilingi pita garis polisi. Pemeriksaan lokasi kebakaran juga menyita perhatian warga.

Peristiwa yang membuat panik, mengerikan dan trauma di depan Vihara Budha Shanti Seiberombang itu terjadi pada hari pertama hari raya Idul Fitri 1440 H, Rabu (5/6), sekira pukul 03:30 WIB. Tiga puluh rumah penduduk hangus terbakar dan 4 sekeluarga tewas terbakar, yaitu Zulham Sukri alias Pangku (50), isterinya, Sanam (45), anaknya Johannes (17) dan Jensen (7). Mereka disebut-sebut tidur di lantai 2 rumah semi permanen itu sehingga tidak dapat menyelamatkan diri. Sedangkan ibu kandung Pangku beserta 3 anak Pangku, Enjel, Jenni dan Agnes berhasil menyelamatkan diri dari kepulan asap dan api subuh itu.

Bantuan dari berbagai pihak telah mengalir untuk para korban. Para korban mengharapkan bantuan untuk mendirikan rumah mereka. (BR6/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments