Sabtu, 04 Jul 2020
PalasBappeda

Tidak Terurus, Pasar Sinagin Tebingtinggi Memprihatinkan

redaksi Senin, 04 November 2019 15:49 WIB
SIB/Humala Siagian
KONDISI : Kondisi Pasar Senangin, di Kelurahan Badak Bejuang yang kumuh tidsk terurus, Minggu (3/11).

Tebingtinggi (SIB)
Pasar Senagin (Pajak Hongkong) di Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota, kondisinya memprihatinkan. Selain terkesan kumuh dan tidak terurus, stan di pajak tersebut lebih banyak tidak ada menghuni.


Pantauan SIB, Minggu (3/11) Pasar Senagin, yang dikenal dengan pasar tempat menjual daging khas makanan Batak nampak masih bangunan lama, begitu juga plafon gedung banyak terkelupas dan sudah hancur. Padahal jika dilihat dari letak, pasar ini adalah pasar strategis karena posisi berada di inti kota.


Ironisnya lagi, stan-stan dan tempat jualan di Pasar tersebut tidak terawat. Akibatnya banyak yang rusak dan tidak layak difungsikan lagi. Hal ini diduga banyak ditinggalkan pemiliknya karena pengunjung ke pasar tersebut sepi.


Salah seorang pengunjung yang mengaku bernama Lenna ketika berbincang-bincang dengan SIB saat membeli daging babi di lantai dua pasar tersebut mengatakan Pemko Tebingtinggi terkesan tutup mata melihat kondisi Pasar Sinagin alasannya karena pasar itu tidak pernah disentuh pembangunan alias renovasi.


Menurut Lenna, pedagang yang berjualan di Pasar Sinagin umumnya tertib, dimana pedagangnya bertahan berjualan di stan miliknya. Hal ini tentu berbanding terbalik di pasar-pasar lain yang ada di Tebingtinggi, kendati stan jualannya bagus masih mau turun ke jalan membentangkan dagangannya.


"Sudah 15 tahun aku tinggal di Tebingtinggi dan rata-rata setiap minggu atau paling tidak dalam sebulan dua kali awak pasti kesini beli daging, namun kondisi pasar ini tetap seperti ini dan justru semakin kumuh," ujar Lenna.


Berbeda dengan Br Nababan pedagang sayuran, ketika berbincang-bincang dengan SIB, mengaku bahwa pengunjung yang datang berbelanja sayuran ke Pasar Sinagin relatif sepi.


"Dari mulai kita bentangkan jualan hingga tutup kadang tidak ada yang beli, buka dasar pun kadang susah pak," ujarnya kepada SIB.
Br Nababan menuturkan kurangnya pengunjung belanja ke pasar diduga karena aturan yang ada sudah semakin kendor. Kalau bisa jualan di badan jalan, ngapain jualan di stan.


"Lihat bapak aja pedagang di Pasar Inpres, pagi-pagi sudah jualan sampai ke depan tempat jalan teri, ngapain lagi naik ke atas toh di bawah semua sudah lengkap" ujar Br Nababan.


Sedangkan Asun, yang mengaku sudah 20 tahun lebih berjualan daging babi di Pasar Sinagin, mengatakan pasar tersebut direnovasi baru hanya satu kali. Diapun mengatakan kalau dilihat sekilas Pasar Sinagin sudah harus direnovasi agar nampak bersih sehingga pembeli nyaman untuk berbelanja.


"Pasar yang jual daging babi kan hanya di sini, harusnya jadi perhatian," ujar Asun.
Diapun berharap agar pemerintah kota dalam hal ini Dinas Perdagangan tidak tutup mata melihat Pasar Sinagin yang nampak semakin kumuh dan sebaiknya pasar ini harus menjadikan pasar sehat yang bersih karena posisinya berada di inti kota. (BR3/t)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments