Jumat, 20 Sep 2019

Terminal Sosor Saba di Parapat Kembali Dibuka

Sabtu, 15 Maret 2014 18:38 WIB
Simalungun (SIB)- Sejumlah warga yang mengaku tinggal di dalam Terminal Sosor Saba Parapat merasa gerah  dengan aksi yang dilakukan ahli waris Almarhum Laban Sirait. Belasan warga turun ke jalan untuk menurunkan spanduk yang sebelumnya dibentangkan di gerbang masuk terminal  tersebut.

Pantauan SIB di lokasi, Jumat (14/3/2014), warga yang tinggal di dalam terminal dengan ahli waris Almarhum Laban Sirait nyaris ricuh dalam menurunkan spanduk itu. Saat warga yang tinggal di dalam terminal membuka spanduk  sempat ada ‘perlawanan’. Keturunan ahli waris berusaha membentangkan spanduk tersebut. Sejumlah kendaraan yang melintas dari jalan tersebut sempat berhenti Akibatnya, jalan sempat macet.

Selang berapa waktu, Lurah Parapat P Girsang turun ke lokasi untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Setelah bernegosiasi, akhirnya spanduk yang menutupi gerbang terminal diturunkan. Terminal tersebut kembali beroperasi seperti sebelumnya.

Sebelumnya, Rabu (12/3) sejumlah warga yang mengatas namakan ahli waris Almarhum Laban Sirait turun ke jalan untuk melakukan aksi memblokir Terminal Sosor Saba Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten  Simalungun. untuk menuntut ganti rugi. Pemblokiran dilakukan dengan cara membentangkan sebuah spanduk dan sejumlah batu penghalang di jalan masuk terminal. PS Nainggolan salah seorang ahli waris kepada wartawan menyebutkan, keluarga almarhum Laban Sirait sudah diabaikan oleh pemerintah, maka pihaknya mengambil hak miliknya kembali atas tanah seluas 881 meter yang diatasnya sudah dibangun Terminal Sosor Saba Parapat. (C11)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments