Selasa, 17 Sep 2019

Terkait Ceramah UAS, Komunitas Umat Kristiani Asahan : Penistaan Itu Kebahagiaan

* GAMKI Asahan Imbau Umat Kristiani Tidak Terprovokasi
admin Kamis, 22 Agustus 2019 17:37 WIB
Ketua GAMKI Asahan Hasoloan Sianipar dan J Ganda Sormin
Kisaran (SIB) -Ceramah Ustad Abdul Somad (UAS) tentang salib yang viral di media sosial dinilai telah menyakiti umat Katolik dan Kristen. Komunitas Kristiani dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Asahan memberikan tanggapan menyikapi ceramah UAS tersebut.

"Memang bila melihat video UAS itu, hati terasa tersayat-sayat, tetapi sebagai orang Kristen ucapan penistaan itu adalah kebahagiaan," ungkap St J Ganda Sormin, tokoh masyarakat Kristen Sumut didampingi TR Nainggolan, Gun-Gun Sembiring, B Aruan kepada SIB, Senin (19/8), di Kisaran.

Ganda Sormin mengatakan, penistaan adalah kebahagiaan sesuai yang tertulis di 1 Petrus 4 ayat 14 berbunyi "Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu".

"Sebagai pengikut Kristus, kita harus mempedomani apa yang diajarkan-Nya," ujar Ganda.

Karena itu, ia mengimbau seluruh umat Kristiani khususnya di Kabupaten Asahan agar menahan diri. Umat Kristiani tidak boleh menuntut pembalasan sebab hal itu kewenangan Tuhan.

"Dalam Injil diajarkan, sebab kita mengenal Dia yang berkata : Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan. Dan sekali lagi sebagai pengikut Kristus, umat Kristiani mempedomani apa yang diajarkan-Nya," kata Ganda Sormin.

Tidak Terprovokasi
Ketua GAMKI Kabupaten Asahan Hasoloan Sianipar mengimbau umat Kristiani tidak terprovokasi dengan ucapan UAS. Ia mengajak umat Kristiani agar mengedepankan kasih dalam menyikapi video UAS, meski ucapan tersebut telah melukai umat Katolik dan Kristen.

Hasoloan mengajak umat Kristiani berhati dingin menyikapi ucapan UAS. Dia menilai ada upaya dari oknum-oknum yang berkeinginan NKRI kacau balau. Karenanya, jika terprovokasi potensi ke arah tersebut bisa terjadi.

"Kita kesalkan ucapan UAS itu, namun hati boleh panas kepala tetap dingin dengan mengedepankan kasih. Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama yang telah terjaga dengan baik selama ini dan serahkan masalah tersebut kepada pihak berwenang," ucapnya.
Ucapan UAS melalui video yang viral di medsos tersebut dinilai berseberangan dengan pidato kenegaraan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka HUT ke-74 RI di Jakarta. Menurut orang nomor satu di Indonesia itu, perbedaan yang dibingkai dalam Pancasila membuat Indonesia kokoh selama 74 tahun ini.

"Perbedaan yang ada merupakan kekuatan bangsa, maka tidak ada alasan karena perbedaan untuk saling membenci," ujarnya.
Jokowi juga berpesan, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan. "Perbedaan bukan menjadi alasan bagi kita untuk saling menghancurkan, atau bahkan saling meniadakan. Jika perbedaan itu kita kelola dalam satu visi besar yang sama, maka akan menjadi kekuatan yang dinamis. Kekuatan itu untuk mencapai Indonesia maju," katanya. (A02/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments