Kamis, 06 Agu 2020

Terdakwa Pembakar Restoran di Samosir dan Pelempar Bom Molotov di Medan Sunggal Ditangguhkan

* Rudolf Manurung Kecewa dan Keberatan kepada Ketua Majelis Hakim PN Balige
Jumat, 10 Juli 2020 16:01 WIB
Foto SIB/Roni

BERI KETERANGAN : Rudolf Manurung saat memberikan keterangannya kepada SIB, terkait keberatannya atas kinerja Majelis hakim PN Balige memberikan penangguhan terhadap terdakwa RM.  

Medan (SIB)
Rudolf Manurung warga Medan Sunggal sebagai pemilik restoran di Kabupaten Samosir yang dibakar dan diduga pelaku terdakwa RM, merasa kecewa dan keberatan dengan kinerja Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige.

Pasalnya, korban telah mengetahui terdakwa RM ditangguhkan Majelis Hakim PN Balige, Azhary Ginting SH, yang menangani perkaranya dan bersidang di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Samosir.

"Iya benar, saya sangat kecewa dan keberatan atas kinerja Majelis Hakim PN Balige, kenapa terdakwa RM dalang pembakar restoran di Samosir dan peristiwa pelempar bom molotov di rumah saya di Medan, kok enak sekali ditangguhkan hakim, padahal personel Polda Sumut sangat susah untuk menangkap RM sampai ke daerah Mojokerto, Jawa Timur", kesal Rudolf Manurung saat menceritakan kepada SIB, Selasa (7/7) malam di Medan.

Kata Rudolf, peristiwa pembakaran restoran miliknya di Tuktuk Samosir oleh terdakwa, masih dalam proses persidangan. Bahkan persidangan itu sudah berjalan sebanyak 8 kali di Kejaksaan Samosir.

Selanjutnya, pada Kamis pekan lalu, persidangan gagal dilakukan, karena personel ahli CCTV, keberadaanya di Polda Sumut tidak bisa dihadirkan atau berhalangan untuk bersidang saat itu.

Kekesalan Rudolf mendalam terhadap penangguhan terdakwa RM, juga disebabkan peristiwa pembakaran restorannya sudah berlangsung selama 1 tahun 6 bulan, terdakwa dan pelaku lainnya saat itu melarikan diri, setelah dibentuk tim khusus personel Ditreskrimum Polda Sumut dan Polres Samosir, lalu menemukan dan menangkap terdakwa bersama seorang pelaku lainnya di luar Provinsi Sumut yakni di Mojokerto Provinsi Jawa Timur.

" Ini kan aneh, terdakwa ditangkap setelah atensi Kapolda Sumut, lalu membentuk tim khusus polisi dan berhasil menangkap kedua terdakwa di Mojokerto, Jawa Timur. Belum ada putusan persidangan, sudah ditangguhkan Majelis hakim," tegas Rudolf dengan nada bertanya.

Peristiwa penangguhan terdakwa RM oleh Ketua Majelis hakim PN Balige akan dipersoalkannya ke pihak instansi terkait lainnya, " Iya, saya siap menyurati instansi terkait lainnya, karena merasa keberatan terhadap penangguhan terdakwa RM, dalang pembakar restoran di Samosir dan melempar bom molotov kediaman saya di Medan" tegas Rudolf Manurung.

Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi SIB melalui telephon selulernya pada, Kamis (7/7) sekira pukul 20.49 WIB, Ketua Majelis Hakim PN Balige, Azhari Ginting SH melalui pesan WhatsAppnya menjawab, meminta maaf karena dirinya tidak bersedia dikonfirmasi lewat HP ataupun SMS.

"Silakan datang ke kantor untuk mendapat penjelasan tentang penangguhan tersebut. Tadi Humas juga sudah menjelaskan alasan, majelis hakim mengeluarkan penetapan penahanan, terimakasih. Adapun penjelasan tersebut diberikan langsung atas permintaan Rudolf Manurung" kata Ketua Majelis Hakim PN Balige, Azhary Ginting lewat pesan WhatsApp nya. (RH/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments