Jumat, 06 Des 2019

Terancam Bangkrut, Ratusan Warga Kota Binjai Tolak Perubahan Arus Jalan Satu Arah

Jumat, 17 Januari 2014 13:55 WIB
Foto SIB/Ist
PROTES : Pengusaha toko Jalan Sutomo Binjai protes perubahan arus menjadi satu arah di inti kota, Kamis (16/1). Lebih dari 200 pengusaha toko menandatangani penolakan kebijakan tersebut.
Binjai (SIB)- Ratusan warga di inti Kota Binjai menandatangani penolakan terhadap perubahan arus jalan satu arah di Kota Rambutan itu. Pemberlakuan kebijakan satu arah di Jalan Sudirman, Sutomo, Iman Bonjol dan lainnya membuat usaha toko merugi dan terancam bangkrut.

“Kita minta Wali Kota Binjai untuk mengembalikan seperti semula, pedagang sudah menjerit tidak ada pembeli,” sebut Cuandri, Pengusaha Toko 88 Motor Jalan Sutomo kepada wartawan, Kamis (16/1).

Sebagai masyarakat mereka mendukung jika kebijakan pemerintah bermanfaat bagi masyarakat. Namun mereka melihat kebijakan yang telah berjalan beberapa minggu ini sangat merugikan, bahkan terindikasi ada upaya “membunuh” pengusaha pertokoan.

Kondisi ini dibenarkan Gunawan Toko Kaca Cahaya Timur Jalan Sutomo, Toko Rika Kosmetik Jalan Sutomo, serta Rumah Makan Sri Langkat yang mengalami kerugian besar tidak ada pembeli karena jalan dialihkan.

Seharusnya, lanjut mereka, dengan adanya penolakan lebih dari 200 toko, Wali Kota Binjai dan DPRD Kota Binjai sudah bisa membatalkan kebijakan yang “membunuh” dunia usaha di inti Kota Binjai tersebut.

“Jalan masuk yang dahulunya dari Jalan Sudirman dialihkan lewat Jalan Pahlawan atau Makam Pahlawan, akibatnya toko kita tidak ada yang melewati, jadi siapa yang mau belanja,” jelasnya.

Mereka memastikan jika dilakukan survey sudah pasti mayoritas masyarakat akan menolak karena jelas-jelas sangat merugikan. Bahkan abang becak  juga mengeluhkan pendapatannya berkurang karena harus mutar-mutar jauh sehingga bahan bakar cepat habis.

Begitu juga Darma, petugas parkir di Jalan Sutomo mengaku jumlah kendaraan yang parkir drastis berkurang sehingga pendapatannya juga turun jauh.

Jika Wali Kota Binjai tetap berkeras menerapkan kebijakan baru ini, warga mengaku akan menggalang kekuatan lebih besar dan akan melakukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kita mau Kota Binjai tertata dan maju ekonominya. Tapi yang kita lihat kebijakan perubahan arus jalan satu arah malah membuat Kota Binjai kacau, banyak toko yang akan bangkrut dan Binjai menjadi kota mati,” ujar Gunawan. (Rel/A16/f)

 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments