Kamis, 19 Sep 2019

Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Pematangan Lahan Terminal Truk Sibolga Disorot

admin Kamis, 11 Juli 2019 13:00 WIB
SIB/Marlon
PEMATANGAN LAHAN TERMINAL TRUK: Mantan anggota DPRD Kota Sibolga Marlius Telambanua menunjuk lokasi pematangan lahan pembangunan terminal truk yang telah menelan biaya miliaran rupiah namun belum juga rampung bahkan tanda-tanda akan berdirinya bangunan belum ada. Foto dipetik, Selasa (9/7).
Sibolga (SIB) -Pematangan lahan di lokasi pembangunan terminal truk di Jalinsum Sibolga-Tarutung KM 3 Sibolga yang telah menelan biaya miliaran rupiah bersumber dana APBD Kota Sibolga disorot.

Mantan anggota DPRD Kota Sibolga Marlius Telambanua di lokasi pematangan lahan, Senin (8/7) kepada wartawan mengatakan dana yang telah dialokasikan terkesan mubajir karena hingga saat ini pematangan lahan belum juga rampung bahkan tanda-tanda akan berdirinya bangunan untuk terminal truk belum ada.

"Kita tidak melihat tanda-tanda akan dibangun terminal truk, padahal dana miliaran rupiah sudah dianggarkan," katanya.
Demikian juga dengan proses pekerjaan pematangan lahan, mantan anggota dewan yang saat ini aktif sebagai Ketua LSM LPPN-RI (Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia) wilayah Kota Sibolga ini menilai terkesan tidak profesional karena pengerukan tebing bukit tidak merata bahkan bisa-bisa memicu terjadi longsor.

Terpisah, Kadis Perhubungan Kota Sibolga M Sitorus yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (9/7) di sela acara launching buku "HM Syarfi Hutauruk Pemimpin Pelayan Membangun Kota Menggerakkan Perubahan" di Gedung Nasional Sibolga di Jalan FL Tobing Sibolga membenarkan pekerjaan pematangan lahan terminal truk tersebut sudah menghabiskan dana miliaran rupiah bersumber APBD.

"Pematangan lahan dibiayai APBD meliputi tahap pertama Rp 700 juta dan tahap kedua Rp 2,6 miliar," katanya seraya menambahkan, tahun ini Pemko Sibolga dalam APBD TA 2019 kembali mengalokasikan dana Rp 4 miliar untuk lanjutan pekerjaan pematangan lahan.

Diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih fokus melakukan pematangan lahan selesai itu baru melakukan tahap pembangunan gedung dan fasilitas pendukung ditaksir mencapai biaya hingga Rp 56 miliar.

"Yang dikerjakan hingga saat ini baru sebatas pematangan lahan, tahapan selanjutnya akan mendirikan bangunan dan fasilitas pendukung lainnya," katanya.

Menyinggung pekerjaan pengerukan tebing bukit untuk pematangan lahan yang bisa memicu longsor, ia menjelaskan ada masa pemeliharaan yang masih ditanggungjawabi pihak rekanan. (G03/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments