Jumat, 18 Okt 2019

Tarutung Direndam Banjir

Minggu, 16 April 2017 18:55 WIB
SIB/Dok
TINJAU: Bupati Taput Drs Nikson Nababan, Jumat (14/4) sekira pukul 21.30 WIB meninjau sejumlah lokasi yang dilanda banjir di Tarutung di antaranya jalan yang mengalami amblas di daerah Hutabarat Partali Toruan.
Tarutung (SIB) -Sejumlah lokasi pemukiman penduduk di Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara terendam air akibat banjir yang ditimbulkan guyuran hujan deras yang turun selama 5 jam, Jumat (14/4).

Luapan air mulai terlihat sekira pukul 16.30 WIB dan terus bertambah hingga malam dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Diperkirakan ratusan rumah penduduk tergenang air. Begitu juga beberapa ruas jalan di inti kota terendam air yang tingginya mencapai 70 cm, sehingga menyulitkan pengendara bermotor mengalami kesulitan melintasi jalan tersebut.

Genangan air terparah terjadi di kawasan pemukiman komplek mesjid tepatnya di Jalan Alfalah. Satu titik lainnya di seputaran simpang empat Hutabarat, disusul kawasan HKI dan komplek Stadion serta kawasan Aek Ristop. Selain itu persawahan penduduk di Desa Hutabarat Partali Toruan juga tergenang air.

Menurut beberapa warga, banjir ini merupakan yang terbesar melanda Tarutung sepanjang sejarah 12 tahun terakhir ini. Banjir besar sebelumnya terjadi tahun 2004 yang lalu diakibatkan meluapnya air Sungai Sigeaon.

Kali ini penyebab banjir lebih dikarenakan sejumlah saluran air di pemukiman penduduk mengalami penyumbatan dan sebagian lagi akibat pembuangan akhir  saluran air   tidak jelas.

Amatan wartawan, ruas jalan yang paling parah dilanda banjir adalah Jalan DI Panjaitan dengan ketinggian mencapai 70 cm. Genangan air sepertinya tidak mau bergerak walau di kedua sisi jalan terdapat saluran air. Berikutnya Jalan Ferdinan Lumbantobing juga tidak luput dari genangan air.

Warga terpaksa bekerja keras menguras air dari dalam rumahnya dengan peralatan seadanya. Air yang menggenangi sejumlah lokasi pemukiman penduduk ini pun mulai menyurut sekira pukul 22.00 WIB

Persoalan banjir ini menjadi hal yang menarik ditengah gencarnya pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggalakkan gotong royong. Namun seorang warga M Simamora mengatakan mengatasi banjir di Tarutung tidak lagi cukup dengan gotong royong, akan tetapi dibutuhkan penataan saluran air yang lebih baik.

Bupati Taput Drs Nikson Nababan mandapat informasi terjadinya banjir di Tarutung saat mengikuti perayaan Jumat Agung di Siborongborong. Usai kegiatan langsung turun ke lokasi kejadian bersama sejumlah kabinetnya.

Diinstruksikan kepada pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait untuk melakukan penanganan sesegera mungkin terutama memperbaiki jalan-jalan yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut. (BR7/f)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments