Jumat, 18 Okt 2019

Status Gunung Sinabung Diturunkan, Pengungsi 5 Desa akan Dipulangkan

admin Sabtu, 14 September 2019 12:42 WIB
SIB/Dok
Rapat : Bupati Karo Terkelin Brahmana menggelar rapat pemulangan pengungsi 1.100 kk bersama Kolonel Inf Yufti Senjaya, Monev BNPB dari BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Tim Kodam I/BB dan para OPD Karo, Jumat (13/9) di ruang rapat kantor bupati.
Tanah Karo (SIB) -Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Badan Geologi (PVMBG) telah menurunkan status aktifitas Gunung Sinabung dari status Awas level IV ke status Siaga level III, pada 20 Mei 2019 lalu. Dampak penurunan status tersebut berpengaruh terhadap zona merah Gunung Sinabung yang semula 5-7 Km menjadi 3-5 Km, dan inilah acuan pemulangan para pengungsi ke desa asal.

Hal ini diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana saat rapat bersama dengan Staf Kepresiden Abed Nego Tarigan, Roy Abimanyu, Kepala BPDB Provsu Riadil Akhir Lubis, Kalak BPDB Karo Martin Sitepu, Kabid Logistik Natanael Peranginangin, PUPR Karo, tim Kodam I/BB, dan Kodim 0205/TK, Jumat (13/9) di ruang rapat bupati. Menurut Terkelin, setelah penurunan status Gunung Sinabung, telah dibentuk tim sosialisasi dengan instansi terkait, tentang pemulangan pengungsi ke desa asal, seperti Desa Tigapancur, Jeraya, Pintumbesi, Kuta Tengah dan Kutagugung.

"Ini sudah kita rencanakan dan kita tunggu anggaran dari pihak BPBD Provsu, sebab sebelumnya Pemkab Karo sudah ajukan sesuai kebutuhan," kata Terkelin.

Alasan Pemkab Karo mengajukan anggaran tersebut karena kelima desa tersebut sudah ditinggalkan sejak 2014 lalu, sehingga dibutuhkan fasilitas umum seperti jambur dan sarana air bersih. Dalam hal ini, Pemkab Karo tidak mengganggarkan kebutuhan tersebut, sehingga bupati menyampaikan permohonan anggaran ke Provinsi Sumut.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melalui kepala BPDB Provinsi Riadil Akhir Nasution membenarkan pihak Pemkab Karo sudah mengajukan kebutuhan dana ke pihak provinsi terkait pemulangan pengungsi lima desa ke desa asal. Juga dikatakan, bahwa melalui dana bantuan tidak terduga (BTT) yang disalurkan BPBD Sumut akan menyanggupi perbaikan rumah dan kebutuhan lainnya untuk pemulangan warga yang dievakuasi serta pembangunan portal zona merah yang baru nantinya, katanya.

"Jumlah dana yang kami salurkan sesuai kebutuhan pengungsi 1.100 KK yang tertampung di anggaran BPBD Sumut Rp 7,5 miliar," sebutnya.

Sementara itu, Kalak BPBD Karo Martin Sitepu mengatakan, pihaknya siap untuk melakukan pemulangan pengungsi lima desa tersebut, bekerjasama dengan tim dari Kodam I/BB selaku koordinator pemulangan pengungsi yang akan melaksanakan karya bakti. "Bagi warga yang dipulangkan nantinya, jika membutuhkan karya bakti untuk membantu pembersihan, maka tim dari Kodam I/BB yang mengerjakan sesuai perintah pimpinan atas," urainya.

Hal senada disampaikan Kabid Logistik Natanael Peranginangin, bahwa lima desa yang bakal dipulangkan ke desa asalnya, sesuai jadwal direncanakan pada awal Oktober 2019. Sementara bantuan yang akan diberikan secara stimultan berupa seng 35 ribu lembar. "Usai rapat, kita akan langsung assasmen ke lapangan bersama semua tim, agar pihak Kodam I/BB akan mendata rumah-rumah yang layak untuk diterapkan karya bakti, sesuai fakta di lapangan," pungkasnya. (K01/K03/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments