Kamis, 14 Nov 2019

Seorang Mahasiswi Berbahagia Menikahi Penyandang Difabel di Simalungun

Jumat, 13 Juli 2018 22:14 WIB
SIB/Jheslin M Girsang
KEMUDIKAN BETOR: Fhandy Barita Sitanggang penyandang difabel mengemudikan betor dan duduk disampingnya istri tercinta Minta Dame Siringo-ringo setelah menerima pemberkatan pernikahan di GKPS Kongsilaita Sondiraya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Kamis
Simalungun (SIB) -Rasa haru dan bahagia mewarnai pemberkatan pernikahan Minta Dame Siringo-ringo (23) dengan Fhandy Barita Sitanggang (23) di GKPS Kongsilaita Sondiraya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Kamis (12/7). 

Minta Dame adalah seorang mahasiswi salah satu universitas di Simalungun, sedangkan Fhandy penyandang difabel, cacat kedua kaki dan kedua tangannya sejak lahir. Kendati demikian, kedua mempelai merasakan kebahagiaan yang luar biasa setelah pemberkatan pernikahan. 

"Sangat bahagia," tutur Minta Dame dengan rasa haru sambil berlinang airmata kepada wartawan. 

Fhandy juga menyatakan rasa bahagianya mempersunting wanita pujaannya itu. Keduanya menerima apa adanya dan sependapat telah menjalin hubungan baik selama setahun. 

Prosesi pemberangkatan kedua mempelai dari rumah pengantin pria menuju GKPS Kongsilaita cukup menyita perhatian masyarakat. Meski Fhandy penyandang difabel, tapi ia piawai mengemudikan beca bermotor (betor). Sang pengantin wanita dengan mesranya duduk di samping Fhandy membuat warga sangat tergugah. 

Setelah pemberkatan nikah, linangan airmata membasahi wajah pengunjung gereja, terutama sanak keluarga kedua pengantin. Hal itu juga menunjukkan rasa haru bercampur bahagia.

Sebagai pelampiasan kebahagiaan, pihak keluarga, kolega dan teman-teman foto bareng bersama pengantin. Kemudian, saat menuju lokasi pesta di Jalan Sauren Sondiraya, mempelai kembali mengendarai betor.

"Puji Tuhan. Ini merupakan mujizat Tuhan," ujar Narsan Purba, tetangga Fandhy. 

Fhandy adalah warga Sondiraya, sedangkan Minta Dame warga Purba Saribu Haranggaol-Simalungun. Orangtua mereka juga ikut merasakan kebahagiaan. 
"Kami sangat berbahagia. Fhandy adalah anak paling bungsu dari 7 bersaudara," urai Joter Agus Sitanggang (Koneng), ayah dari Fhandy. 

Anaknya itu dikenal baik. Fandhy pernah terilhami firman Tuhan dari 2 Korintus 12:9 berbunyi, Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (D05/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments