Senin, 22 Jul 2019

Santi Defi Malau Diperkirakan Dibunuh Lima Jam Sebelum Ditemukan

admin Minggu, 16 Juni 2019 12:42 WIB
Tapteng (SIB) -Santi Defi Malau, karyawati Bank Syariah Mandiri Pandan, Tapanuli Tengah dikebumikan persis di samping makam kakeknya di Desa Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (15/6) sekira pukul 12.00 WIB.

Dalam proses pemakaman itu orangtua Santi, Maslan Malau, menerima langsung jasad putrinya di liang lahat. Dalam doa yang dipanjatkan agar kiranya almarhum diterima di sisi-Nya.

Jenazah Defi tiba di rumah dukapada Jumat (14/6) sore sekitar pukul 15.00 WIB, di Sibabangun. Isak tagis keluarga dan pelayat pun pecah.

Keluarga tak menduga Santi pergi secepat itu untuk selama-lamanya. Ratusan pelayat silih berganti datang ke rumah duka.
Informasi diperoleh, sebelum ajal menjemput Santi, ibunya sempat diminta korban untuk menyetrika bajunya yang akan dipakai untuk menghadiri pesta pernikahan temannya di Padangsidempuan, pekan depan.

"Pada Kamis malam sekitar jam 8 malam, Santi pulang ke kos usai menghadiri acara halalbihalal bersama teman kantornya, dan sempat mengajak satu orang temannya untuk tidur di rumah kosnya, karena teman satu kos Santi sudah empat hari pulang ke Sidempuan untuk persiapan pesta pernikahannya. Namun temannya itu tak jadi menemani Santi tidur di kosan," ujar salah seorang keluarga korban di rumah duka.

Keluarga korban juga menyebutkan, bahwa Santi sempat memberi sebuah jam dan kemeja kepada ayahnya.

Sementara itu, sesuai keterangan dari Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Kasat Reskrim AKP Dodi Nainggolan, dari hasil visum di RSUD Pandan ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh wanita berparas cantik itu.

"Kami masih intensif melakukan penyelidikan, karena kematian korban tidak wajar. Dan setelah dilakukan visum, hasilnya ditemukan bekas cekikan di leher korban, ada bekas luka cakaran di wajah korban. Sementara di pergelangan tangan korban, juga ada bekas ikatan tali," terang Dodi.

Dibunuh Lima Jam Sebelum Ditemukan
Kematian Santi Defi Malau, dipastikan karena adanya tindakan kekerasan sesuai dengan hasil olah TKP dan juga hasil visum yang dilakukan RSUD Pandan, Jumat (14/6).

Di tubuh wanita berparas cantik itu ditemukan bekas cakaran di wajahnya, diperkirakan karena adanya perlawan dari korban terhadap pelaku. Selain itu juga, ada bekas cekikan di leher korban ditambah dengan bekas ikatan tali di kedua lengannya.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat yang dikonfirmasi ANTARA melalui Kasat Reskrim AKP Dodi Nainggolan, Sabtu (15/6), memperkirakan, kematian korban sekitar lima jam sebelum jasadnya ditemukan oleh rekan kerja korban.

"Diperkirakan korban dibunuh sekitar lima jam sebelum jasadnya ditemukan tergeletak di kamar mandi kosnya, Jumat (14/6) pagi. Korban diperkirakan habis sholat atau habis mencuci di kamar mandi," terang Kasat.

Sementara itu pada Sabtu (15/6) siang, jenazah Santi sudah dikebumikan di pemakaman keluarganya di Desa Sibabangun Kecamatan Sibabangun Tapanuli Tengah.

Sementara itu adik korban, Alex Malau (20) berharap pihak kepolisian secepatnya menangkap pelaku pembunuh kakaknya. (Ant/G04/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments