Minggu, 20 Okt 2019

Sampah Berserakan di Jalan Menuju RSUD Rantauprapat, Bau Busuk Menyengat

admin Rabu, 09 Oktober 2019 19:15 WIB
SIB/Efran Simanjuntak
SAMPAH BAU BUSUK: Sampah berserakan di tepi Jalan DR Hamka Kelurahan Siol dengan Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (8/10). Jalan dari arah Simpang Mangga menuju RSUD Rantauprapat itu bau busuk mengganggu kenyamanan warga yang melintas.
Rantauprapat (SIB) -Sampah berserakan di Jalan DR Hamka Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, Senin (7/10). Jalan selebar 10 meter menuju RSUD Rantauprapat dari arah Simpang Mangga itu bau busuk, mengganggu kenyamanan warga yang melintas dari sana.

Jalan kabupaten tersebut hampir setiap hari tampak sampah. Memang, jalan menuju RS pelat merah itu ada 4 lagi, yaitu dari Jalan Kampungbaru, Rantaulama, KH Dewantara dan Jalan Belibis terus ke Amir Hamzah dan Dewi Sartika.

Sampah tersebut diduga sengaja dibuang masyarakat karena di kawasan itu tidak tersedia bak penampungan sampah atau tempat pembuangan sampah (TPS).

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Labuhanbatu No.8 tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah, pasal 36 menerakan pidana 6 bulan kurungan atau denda Rp 50 juta bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Terkait pidana itu, yang menjadi pertanyaan, seberapa besar pelayanan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melayani sampah masyarakat. Apakah sudah membuat TPS yang memadai di pemukiman-pemukiman masyarakat? Seberapa maksimal pengangkutan sampah ke pemukiman masyarakat?

Kenyataannya, masih banyak pemukiman yang belum memiliki TPS. Akibatnya, warga membuang sampah rumah tangganya sembarangan. Bahkan di sembarang tempat. Saat ini masih banyak tumpukan sampah dan sampah yang berserak di tepi-tepi jalan umum.

Menurut warga Jalan DR Hamka, Pemkab Labuhanbatu sebaiknya menyediakan TPS di pemukiman-pemukiman, apalagi di tepi jalan yang sering dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah. Setelah itu, mobil sampah seharusnya setiap hari datang ke pemukiman mengangkut sampah masyarakat.

Entah siapa yang memulai tepi Jalan DR Hamka itu jadi tempat pembuangan sampah, tidak diketahui. Tetapi lokasi itu, kata warga, sudah 3 tahun lebih 'dijadikan' tempat pembuangan sampah oleh warga setempat maupun warga yang sengaja lewat mengendarai sepeda motor atau becak dari jalan umum yang tembus ke Simpang Mangga Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat itu.

"Sampahnya bau busuk karena berbagai bentuk sampah yang ditaruh dalam kantong plastik lalu dibuang ke tepi jalan tersebut. Ada sampah udang, sampah ikan, sayur busuk, sisa makanan dan sebagainya," sebut warga.

Kadis Lingkungan Hidup melalui Kabid Persampahan Supardi Sitohang menyebut pihaknya akan segera mengecek kondisi sampah di Jalan DR Hamka dan kemudian diangkat.

"Kita cek segera, baru diangkat," sebut Supardi menjawab wartawan SIB, Selasa (8/10), di ruang kerjanya, Kantor DLH Jalan Gose Gautama Rantauprapat.

Terkait Perda 8/2017, Supardi menyebut pihaknya segera membenahi fasilitas penampungan sampah di pemukiman-pemukiman, sehingga Perda bisa diterapkan.

"Itu akan kita benahi. Bagaimana menerapkan Perda kalau fasilitas penampungan sampah tidak disediakan pemerintah," ujarnya. (BR6/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments