Kamis, 24 Sep 2020

Hari Pertama Puasa, Aktivitas Masyarakat dan Rumah Makan di Pematangsiantar Sepi

Saat Buka Puasa, Listrik "Hidup-Mati" di Saribudolok

Selasa, 01 Juli 2014 11:22 WIB
Pematangsiantar (SIB)- Kota Pematangsiantar pada hari pertama puasa terlihat sepi. Beberapa rumah makan dan kedai kopi, khususnya rumah makan muslim tutup.

Menurut pemilik rumah makan yang ditemui di beberapa lokasi seperti di Jalan Sibolga, Jalan Kasuari mengatakan, tutupnya rumah makan dan kedai kopi merupakan tradisi awal Ramadhan yang sudah dilakukan sejak lama. Para pemilik rumah makan dan kedai kopi menunjukkan rasa hormat terhadap umat muslim yang berpuasa.

“Sudah menjadi tradisi. Mereka menutup usaha pada hari pertama puasa untuk menghormati umat muslim dalam menjalankan ibadah,” kata M Muklis, salah seorang warga, Senin (30/6).

Masyarakat yang memiliki usaha lainnya juga menutup usahanya pada hari pertama puasa. Bagi pemilik usaha yang beragama Islam, momen puasa pertama dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga.

“Sepinya masyarakat yang melakukan aktivitas berbelanja, kemungkinan menjadi pertimbangan juga bagi warga yang non muslim menutup usahanya pada hari pertama puasa,” katanya.

Pantauan SIB, banyaknya toko dan tempat usaha masyarakat yang tutup pada hari pertama puasa, membuat suasana kota menjadi sepi. Jalanan terlihat kosong dari lalu lalang kendaraan. Namun beberapa pedagang musiman berbuka puasa sudah mulai membuka dagangannya. Dari sekian banyak yang tutup, aktivitas di pasar tetap berjalan normal.

Sementara itu, masyarakat di Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun sekitarnya yang menunaikan ibadah puasa kesal terhadap pelayanan PLN. Pasalnya, listrik padam saat berbuka.

“Kita sangat kecewa lantaran pemadaman listrik masih terjadi saat Ramadhan. Ironisnya, saat berbuka pula,” ujar Irwansyah dan Boby, Senin (30/6) di Saribudolok.

Pemadaman listrik bukan hanya saat buka puasa, namun pada siang maupun malam hari pemadaman listrik terus terjadi. Kadang “hidup-mati”, kadang padam sampai setengah jam lebih. Hal ini membuat banyak aktivitas masyarakat terganggu.

Karenanya warga berharap kepada pihak PLN supaya tidak ada lagi pemadaman listrik khususnya di bulan puasa. (C6/C8/i)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments