Selasa, 10 Des 2019

Rumah Warga Lau Baleng Sering Terendam Banjir, Diharapkan Normalisasi Lau Diher

bantors Minggu, 13 Oktober 2019 12:22 WIB
SIB/Theopilus Sinulaki
SAMPAH: Beberapa warga dan petugas Pemadam Kebakaran Pos Lau Baleng ikut membersihkan sampah dan potongan kayu yang hanyut terbawa arus sungai. Akibat kejadian arus sungai tersumbat di jembatan Lau Diher Lau Baleng, sehingga arus air meluap badan jalan nasional, Rabu (9/10).
Tanah Karo (SIB) -Hujan deras yang turun Rabu (9/10), mengakibatkan air Lau Diher Lau Baleng meluap hingga melampaui jembatan. Sehingga air sungai yang bercampur lumpur mengalir di ruas jalan nasional, hingga ke pekarangan rumah-rumah warga.

Menurut Sonta Sembiring warga Lau Baleng Kuta kepada SIB Kamis (10/10), saat itu air Lau Diher tiba-tiba mengalir deras serta menghanyutkan sampah dan potongan kayu dari perbukitan. Akibatnya arus sungai tersumbat di jembatan dan mengalir ke jalan raya. Untuk mengantisipasi arus air tidak tersumbat, warga bersama anggota Koramil 09 Lau Baleng dan petugas pemadam kebakaran turun tangan membersihkan sampah yang tersangkut di jembatan.

Kepala Desa Lau Baleng Alexander Peranginangin yang dikonfirmasi SIB, Jumat (11/10), mengatakan, kejadian seperti itu sudah sering terjadi, bahkan sering merendam rumah-rumah warga. "Memang diakui, kondisi jembatan Lau Diher sudah terjadi pendangkalan. Bahkan sepanjang alur sungai hingga ke hilir perlu dilakukan normalisasi," imbuhnya.

Menurutnya, warga sudah sering menyampaikan keluhan mereka terkait banjir yang sering dialami warga akibat Lau Diher yang dinilai perlu dilakukan normalisasi, atau merubah konstruksi jembatan yang tingginya hanya mencapai 80 - 90 centimeter dari dasar sungai. Diakui, hal itu sudah pernah dilaporkan ke Pemkab Karo, agar dibuat solusi untuk mengatasi banjir yang sering merendam rumah-rumah warga, katanya.

Sama halnya dengan pernyataan Kepala Desa Mbal-mbal Petarum, Sukat Milala, terkait Lau Perbulan yang sering meluap ke badan jalan Mbal-mbal Petarum. Menurut kepala desa, bahwa Lau Perbulan juga sudah mengalami pendangkalan, sehingga untuk mengatasi kejadian itu perlu dilakukan normalisasi sampai ke Lau Rambong.

"Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah normalisasi Lau Rambong, dengan demikian banjir yang sering mengganggu arus lalu lintas bisa teratasi. Apalagi setiap banjir, air Lau Perbulan sudah mengalir di bahu jalan Mbal-mbal Petarum, banyak menghanyutkan material seperti batu-batuan dan sampah," imbuh Sukat. (K01/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments