Kamis, 20 Jun 2019

Ruas Jalan Renun - Mangan Molih Dairi Nyaris Putus

admin Selasa, 16 April 2019 12:44 WIB
SIB/Theopilus Sinulaki
TERPROSOK: Dumtruk bermuatan pasir yang datang dari arah Namosanggar Desa Mangan Molih Kecamatan Tanah Pinem Dairi, terprosok hingga menabrak tebing jalan saat hendak menghindari jurang, Minggu (14/4).
Kuta Buluh (SIB) -Setiap musim penghujan, ruas jalan antar desa di Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi sangat rawan dilalui kendaraan bermotor. Pasalnya, banyak ruas jalan tergenang air seperti kolam dan berkubang, bahkan ada badan jalan yang tertimbun atau amblas akibat terkena longsor. Namun sampai sejauh ini, pihak pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi sudah turun berkali-kali ke lapangan hanya sebatas pembersihan ruas badan jalan saja. Padahal kondisi ruas jalan diperkirakan hampir 99 % rusak.

Pernyataan terkait kerusakan jalan antar desa di Kecamatan Tanah Pinem diperkirakan mencapai 99 %, dikutip dari pernyataan Camat Tanah Pinem Asmadi Karo-Karo baru-baru kepada SIB di Kuta Buluh. Memang benar, sesuai dengan pantauan wartawan SIB, Minggu (14/4) di sepanjang Jalan Renun-Mangan Molih, Pasir Tengah, Pasir Mbelang dan Pamah, terlihat kondisi kerusakan jalan babak belur alias hancur. Hal ini disebabkan tergerus air hujan, karena sama sekali tidak memiliki drainase. Yang lebih parah lagi, beberapa lokasi ruas jalan ada yang tertimbun tanah akibat terbawa air hujan dari perbukitan yang gundul. Selain itu, hampir setiap ruas jalan terlihat hancur bahkan aspal kupak-kapik. Secara khusus ruas jalan Renun- Mangan Molih selain tergenang air, juga nyaris putus akibat bahu jalan amblas terkena longsor, persisnya di areal perladangan Bayang-bayang perbatasan Karo-Dairi.

Menurut informasi yang diperoleh SIB, dari warga Mangan Molih bahwa jalan Renun perbatasan Karo-Dairi sering dilintasi truk yang mengangkut material pasir dari dasar sungai Lau Renun dengan menggunakan pompa, membuat kondisi jalan semakin licin.

Warga Pasir Tengah, Sentosa Pinem yang ditemui SIB, Minggu (14/4) secara terpisah dengan Insaf Ginting warga Desa Mangan Molih, berharap agar pada masa kepemimpinan Eddy Kelleng Ate Berutu nanti akan menjadi perhatian khusus, termasuk dalam pembangunan infrastruktur termasuk jalan kabupaten. Karena selama ini menurut mereka, dampak buruknya sarana infrastruktur mengakibatkan transportasi terganggu bahkan biaya angkutan tinggi.

"Harapan warga Tanah Pinem, setelah pelantikan bupati terpilih Eddy Kelleng Ate Berutu pada bulan April 2019 nanti, akan membawa perubahan bagi Kabupaten Dairi. Khusus untuk kerusakan jalan di berbagai tempat di Kecamatan Tanah Pinem sudah hampir puluhan tahun lamanya. Itulah yang menjadi impian kami," ungkap Pinem dan Ginting. (K01/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments