Jumat, 14 Agu 2020

Retak dan Berlobang, Rehabilitasi Jalan Bts Sibolga-Sidimpuan Gagal Konstruksi

Selasa, 14 Juli 2020 21:04 WIB
Foto SIB : Helman Tambunan

Rusak: Jalan rusak di Desa Lopian, Kecamatan Badiri diabadikan SIB, Jumat (10/7). 

Tapteng (SIB)
Pasca rehabilitasi dan pelebaran Jalan Nasional Batas (Bts) Sibolga-Bts Tapsel, 3 tahun lalu sejak kontrak kerja 15 Juli 2015 sampai dengan 2018, kondisi badan jalan kini mulai retak dan berlobang.

Proyek long segmen sepanjang 36 kilometer dengan nilai Rp 260 miliar yang dilaksanakan PT. Pembangunan Perumahan (PP) itu, dari hasil amatan di lapangan sudah mengalami kerusakan.

Lantas, pekerjaan direhab kembali dengan metode patching atau tambal sulam untuk memerbaiki kerusakan aspal yang rusak, meski hanya meng-cutter di kedalaman 5-10 centimeter.

Hasil amatan SIB di lapangan, Jumat (9/7), aktivitas patching berlangsung di Kecamatan Pinangsori. Sejumlah pekerja sedang terlihat bekerja melakukan pembongkaran dan membersihkan aspal rusak.

Namun, terlepas soal patching, permasalahannya adalah rehabilitasi baru selesai dikerjakan dengan anggaran yang begitu besar, tetapi sudah "keburu" rusak. Padahal, kalau diestimasi anggarannya mencapai Rp 7,2 miliar perkilometernya.

Menanggapi kerusakan tersebut, salah seorang warga bernama Andri Purba menilai pekerjaan yang ditangani PT.PP tidak akan bertahan lama. Bahkan belum berumur 5 tahun, jalan sudah tidak layak pakai.

Andri menyebutkan, proyek tersebut telah gagal konstruksi, sebagaimana diduga akibat pelaksanaannya yang tidak benar, sistem pengawasannya yang tidak maksimal, kadar aspal yang tidak sesuai dan pondasi yang tidak kuat, dan lainnya.

"Dalam Undang-undang No.19 Tahun 1990, kegagalan bangunan masuk dalam kontrak," kata Andri, seraya menegaskan Balai Besar Jalan Nasional, harus bertanggungjawab.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 32, Rizky yang dikonfirmasi wartawan via seluler, Jumat (10/7), mengatakan bahwa pekerjaan itu masih dalam kontrak preservasi dengan PT.PP.

"Pemeliharaan Jalan Bts Sibolga- Bts Tapsel itu masih termasuk pemeliharaan paket sebelumnya,"katanya.(G04/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments