Jumat, 25 Sep 2020

Restocking, 120 Ribu Benih Ikan Ditabur di Danau Toba

Selasa, 18 Agustus 2015 16:46 WIB
SIB/Eva Rina Pelawi
Tabur Benih: Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P Hutagalung didampingi Bupati Samosir Mangindar Simbolon, Pdt Irvan Hutasoit dari GKPI Rawamangun Jakarta serta perwakilan stakeholder men
Pangururan (SIB)- Untuk meningkatkan populasi perikanan di perairan Danau Toba, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  Saut P Hutagalung, Sabtu (15/8) melakukan penebaran benih ikan tawar sebanyak 120 ribu ekor di perairan Pangururan,Samosir.

Penebaran benih ikan (restocking) tersebut dilakukan bersama Bupati  Samosir Mangindar Simbolon, Kepala UPT Budidaya Ikan Kerasaan Diskanla Sumut Indra Siregar serta Seksi Bapak Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rawamangun, Jakarta, GKPI Pangururan Samosir dan PT Aquafarm Nusantara.

Dijelaskan Saut, kegiatan restocking  untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, menjaga kebersihan serta estetika Danau Toba. Restocking ini suatu kebijakan  mengelola Danau Toba secara berkelanjutan dengan tidak merusak lingkungan tetapi memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.Sebab,  masyarakat tidak perlu repot memikirkan biaya tinggi untuk pemeliharaan ikan serta biaya pakan sebagaimana jika budidaya dilakukan dengan sistem keramba.Restocking  sebagai bentuk kepedulian masyarakat luas, pemerintah, swasta dan gereja dalam melestarikan populasi ikan di Danau Toba.

Sementara itu, Bupati Samosir Mangindar Simbolon bersyukur dengan tingginya kepedulian masyarakat gereja dan swasta untuk melakukan restocking di Danau Toba.

“Kita juga berharap kegiatan ini dapat memacu lembaga dan masyarakat lainnya demi kesinambungan populasi perikanan di Danau Toba,” kata Mangindar.

Menurut Mangindar, tingginya pengelolaan perairan Danau Toba membuat pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk memadukan sektor perikanan dan pariwisata. “Akan ada pengaturan atau zonase budidaya perikanan dengan sistem keramba. Dan, itu akan kita padukan dengan sektor periwisata. Setiap turis yang berkunjung dapat melihat sistem budidaya ikan yang baik dan benar serta dapat menangkap dan menikmati ikan yang dibudidayakan tersebut,” jelas Mangindar.

Pimpinan Humas Toba PT Aquafarm Nusantara Rajabuttu Sidabutar mengatakan, restocking tersebut merupakan kegiatan Coorporate Social Responbility (CSR) rutin Aquafarm untuk pemberdayaan masyarakat baik yang dilaksanakan sendiri maupun bekerjasama dengan pemerintah, organisasi sosial/keagamaan dan kelompok masyarakat.

“Setiap tahunnya Aquafarm mengalokasikan 120 ribu ekor benih ikan untuk kegiatan restocking di Danau Toba. Dan, untuk restocking kali ini kami menyediakan 50 ribu ekor benih ikan mujahir ditambah pengadaan kapal penumpang serta kapal pengangkut benih,” kata Sidabutar didampingi Humas Kantor Medan Herry Wahyudi, Humas Project Pangambatan Jhonson Sidabutar dan staf humas Toba Johnson Hutajulu.

Sedangkan Kepala UPT Budidaya Ikan Kerasaan Diskanla Sumut Indra Siregar, mengatakan, total benih ikan yang ditebar sebanyak 120 ribu ekor, 70 ribu ekor di antaranya  merupakan produksi Pusat Pembenihan Ikan (Puspik) Ambarita di Desa Ambarita, Simanindo yang merupakan bagian dari UPT Budidaya Ikan Kerasaan Diskanla Sumut serta 50 ekor ikan mujahir dari PT Aquafarm Nusantara.

Sementara itu, pimpinan rombongan Sie Pria GKPI Rawamangun Jakarta Pdt  Irvan Hutasoit mengatakan,  bakto sosial yang mereka laksanakan merupakan  kegiatan rutin tahunan. Mereka berkunjung ke Sumut untuk membangun komunikasi dengan umat  Kristen sekalian mengunjungi Danau Toba untuk  menabur benih dan melihat keindahannya.

“Kita ingin terlibat dalam komunitas cinta dan perduli Danau Toba. Dengan menabur benih ikan yang merupakan kerja sama dengan  Kementerian Kelautan  dan Perikanan, Pemkab Samosir, gereja ikut berpartisipasi dan mengajak semua umat untuk perduli kelestarian Danau Toba,” katanya. (R5/k)


T#gs restocking
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments