Minggu, 21 Apr 2019

Soal Penyelewengan DD Rp900 Juta Lebih di Nisut

Rekomendasi Kejaksaan Tak Direspon, Inspektorat: Tidak Mungkin Satu Kegiatan Dua Kali Audit

admin Selasa, 12 Februari 2019 12:44 WIB
Ilustrasi
Nias Utara (SIB) -Surat rekomendasi Kejaksaan Gunungsitoli kepada Inspektorat Nias Utara (Nisut) yang meminta pekerjaan fisik pembangunan di Desa Sitolubanua Kecamatan Lahewa senilai Rp 986 juta lebih TA 2016 di audit ulang karena bermasalah, hingga kini belum direspon, Senin (11/2).

Kepala Inspektorat Nisut melalui Kabid Auditor Eliyudin Telaumbanua kepada SIB, Senin (11/2) mengatakan, soal rekomendasi audit, Kejaksaan dan Inspektorat memang sudah berkoordinasi, namun tidak mungkin satu kegiatan dua kali audit. Sebab sebelum dilaporkan, LHP Inspektorat sudah turun dan tidak ada masalah.

Karena menurut Eliyudin, jika seandainya pengelolaan dana dan pengerjaan fisik bermasalah, kenapa baru dilaporkan, sementara sebelum diperiksa masyarakat adem-adem saja. "Jangan-jangan ada pihak lain yang menunggangi kasus ini, sebutnya seraya menyebutkan, jika mau ditindaklanjuti biar saja kejaksaan. Jaksa kan punya penyidik," katanya.

Sebelumnya Kejaksaan Gunungsitoli menyurati inspektorat Nisut sebagaimana diberitakan SIB sebelumnya atas laporan masyarakat Desa Sitolubanua tertanggal 27 Februari 2018, karena diduga telah terjadi penyelewengan DD TA 2016 sebesar Rp 630 juta lebih, ADD Rp 350 juta lebih dan dana bagi hasil pajak dan retribusi Nisut sebesar Rp 4 juta, dimana pada saat itu kepala desa dijabat Fona'ato Zalukhu. (Dik-FZ/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments