Kamis, 21 Feb 2019

Pertanyakan Transparansi Perekrutan TKS Baru

Ratusan TKS Kesehatan Geruduk Kantor Dinkes Asahan

admin Kamis, 14 Februari 2019 13:50 WIB
SIB/Donal Tampubolon
Demo: Seratusan tenaga kerja sukarela kesehatan demo damai di kantor Dinas Kesehatan Asahan mempertanyakan transparansi perekrutan TKS baru dengan capaian gaji mencapai Rp2-3 juta/bulan, Rabu (13/2).
Kisaran (SIB) -Seratusan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dan honorer kesehatan yang tergabung dalam Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) demo di kantor Dinas Kesehatan Asahan mempertanyakan transparansi perekrutan TKS baru yang tersebar di 29 Puskesmas di Kabupaten Asahan.

Roihan Marpaung, Juru bicara TKS yang tergabung dalam GNPHI kepada SIB, Rabu (13/2) mengatakan, mereka ingin meminta kejelasan status mereka. "Namun, sesampainya di kantor Dinkes ini, tak seorangpun dari pihak Dinkes datang untuk menampung aspirasi kami," katanya.

Juru bicara GNPHI didampingi Ernina dan kawan-kawannya melanjutkan, kebijakan yang dikeluarkan Kadis Kesehatan, dr Aris Yudhariansyah tentang perekrutan TKS baru perlu dipertanyakan. Pasalnya, kompetensi maupun kelayakan TKS baru tentang jabatan di Puskesmas diragukan. Kalau basicnya (TKS baru itu) sesuai dengan tupoksinya, mereka pun menerima dengan legowo.
Lanjut Roihan, kalau dia perawat, ya tempatkanlah sesuai bidangnya. Nah, ini nggak. "Basicnya perawat tapi jabatannya sebagai tenaga gizi, kan menyimpang kali," ucapnya. Selain itu, katanya lagi, tentang masalah gaji. Mereka yang sudah lama bahkan ada yang sudah bekerja puluhan tahun hanya dihargai Rp 150.000-250.000 /bulan. Sementara TKS baru gajinya mencapai Rp 2-3 juta/bulan.

"Kami yang hadir disini berharap Kadiskes Asahan, dr Aris Yudhairwansyah menjelaskan tentang transparansi perekrutan TKS baru serta status TKS yang lama. "Perlu diketahui, sebut Ervina, beberapa tahun lalu pernah dikatakan tidak lagi menerima TKS baru dengan alasan dana APBD tidak ada. Kenyataannya, mengapa TKS baru direkrut lagi dengan gaji mencapai Rp2-3 juta/bulan sementara kami yang sudah lama bekerja hanya dihargai kisaran Rp 300.000/bulan," ucapnya dengan nada tinggi. (E04/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments