Senin, 21 Okt 2019

Pupuk Subsidi Langka di Dairi

* Komisi Pengawas Pupuk Bersubsidi Kesulitan Buktikan Penyaluran Tepat Sasaran
admin Kamis, 19 September 2019 13:17 WIB
Ilustrasi
Sidikalang (SIB) -Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menegaskan sudah meminta komisi pengawasan pupuk bersubsidi turun ke lapangan. Sidak dilakukan harus operasi senyap.

"Kita akan pantau terus kerja di lapangan supaya kelangkaan pupuk bisa teratasi. Dan berupaya menambah alokasi pupuk bersubsidi," ucap Eddy Keleng Ate Berutu, Rabu (18/9) di Sidikalang. Disebutnya, pihaknya tetap memantau distributor dan kios pengecer. Memang ada sebagian distributor dan kios mengalami kekosongan.

Sementara itu, Kabag Perekonomian yang juga Sekretaris Pengawas Pupuk Bersubsidi, Carlos Situmorang menuturkan, pihaknya kesulitan membuktikan penyaluran pupuk tepat sasaran. Tidak ada bukti/ kwintansi pembelian pupuk yang diserahkan kios pengecer ke petani. "Kita tidak mengetahui berapa zak pupuk yang diambil petani dari kios setiap bulannya. Di situ kita kesulitan apakah kios menjual pupuk bersubsidi ke petani," ucapnya.

Sementara penyaluran distributor ke kios sesuai dengan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK). Distributor harus setiap bulan menyalurkan pupuk ke kios. Carlos membantah komisi pengawas pupuk bersubsidi turun ke lapangan setelah ada kelangkaan pupuk di Dairi. "Kita sudah beberapa kali turun ke lapangan pengawasan pupuk," tuturnya.

Diakuinya, ada anggaran pengawasan pupuk bersubsidi meski pun kecil. Lebih lanjut dikatakan, dari hasil pengawasan selama ini, komisi pengawas pupuk bersubsidi tidak menemukan kios maupun distributor 'nakal'. Dari pengakuan kios, pupuk dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan dijual ke petani. "Tidak ada bukti bahwa pupuk bersubsidi dijual kios diatas HET," ucapnya.

Bila ada, sudah menyalahi. Memang alokasi pupuk 2019 sangat sidikit, hanya 27 persen dari jumlah pengusulan. Untuk memastikan pupuk tepat sasaran, pihaknya melakukan sidak ke Kecamatan Siempat Nempu Hulu dan Tigalingga.

Informasi yang diperoleh wartawan, bahwa pupuk diduga tidak disalurlan distributor setiap bulan ke kios pengecer. Dan pupuk dijual ditas HET yaitu NPK dijual seharga Rp 140 ribu- 160 ribu per zak, Urea seharga Rp 100 ribu per zak, SP-36 seharga Rp 130 per zak, ZA seharga Rp Rp 90 ribu per zak.(K05/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments