Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Pungli Kepsek Rp 9,65 Juta, Plt Kadisdik Batubara dan Plt Kabid Dituntut Masing-masing 1,5 Tahun

Pungli Kepsek Rp 9,65 Juta, Plt Kadisdik Batubara dan Plt Kabid Dituntut Masing-masing 1,5 Tahun

admin Kamis, 10 Oktober 2019 20:51 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Plt Kadis Pendidikan Kabupaten Batubara, Riswandi (54) dan Plt Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas), Suparmin (52) dituntut masing-masing selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) penjara serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Keduanya dinilai terbukti melakukan pungutan liar (pungli) terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) sebesar Rp 9.650.000, untuk memenuhi permintaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang meminta jatah Tunjangan Hari Raya (THR).

"Menuntut, meminta majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama 1 tahun 6 bulan serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan," ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadi Nur di Ruang Cakra IX Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (7/10).

JPU dari Kejari Batubara itu menyebut bahwa hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa mengakui, menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Kedua terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 11 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," sebut Hadi Nur.

Usai dituntut rendah, kedua terdakwa yang mengenakan kemeja putih lengan pendek ini akan menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya. "Saya akan mengajukan nota pembelaan sendiri pak hakim," cetus Riswandi. Kemudian, majelis hakim yang diketuai oleh Aswardi Idris menunda sidang hingga pekan depan.

Dalam dakwaan JPU David Prima, Riswandi mengatakan kepada Sugito selaku Kepala SMPN 1 Sei Suka untuk membantu terkait persiapan lebaran sebesar Rp 6.000.000. Pada Kamis tanggal 23 Mei 2019 sekira jam 09.00 wib, Riswandi bertemu dengan Kepala SMPN 1 sampai Kepala SMPN 5 Medang Deras.

Di forum itu, Riswandi memohon bantuan kepada para Kepala SMPN di Medang Deras sebesar Rp 7.000.000. "Di hari sama, Suparmin juga mengadakan rapat dengan 3 Kepala SMPN di Talawi dan 2 Kepala SMPN di Tanjung Tiram. Suparmin menyatakan bahwa di 3 kecamatan butuh Rp 12.000.000," cetus David Prima di hadapan majelis hakim hakim yang diketuai oleh Azwardi Idris.

Pada Sabtu tanggal 25 Mei 2019, Suparmin menjumpai Parulian Pangaribuan selaku Guru SDN 018087 Pematang Cengkring untuk meminjam uang Rp 3.000.000. Lalu, Suparmin berangkat ke SMPN 2 Medang Deras untuk bertemu dengan Pardamean Siahaan. Suparmin menerima uang dari Pardamean sebesar Rp 3.650.000.

"Uang tersebut berasal dari SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4 dan SMPN 5 di Medang Deras," ucap JPU dari Kejari Batubara tersebut. Kemudian, Suparmin menemui Sugito dan menerima uang sebesar Rp 6.000.000. Uang itu berasal dari SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4 dan SMPN 5 di Sei Suka.

Tak lama, petugas Polres Batubara mendapat informasi bahwa ada penyerahan sejumlah uang dari Sugito yang kepada Suparmin. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap Suparmin di ruang Kepala SMPN 1 Sei Suka.

Dari situ, petugas mengamankan sebuah tas ransel warna hitam dengan merk Polo Beach berisi uang Rp 17.850.000. "Berdasarkan pengakuan Suparmin, dia diperintahkan oleh Riswandi untuk mengambil uang," pungkas David Prima. Atas pengakuan itu, petugas bergegas dan langsung melakukan OTT terhadap Suparmin dan Riswandi. (M14/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments