Selasa, 17 Sep 2019

Proyek Pembangunan Pamsimas di Labusel Mangkrak

admin Selasa, 20 Agustus 2019 19:00 WIB
SIB/Rudi Afandi Simbolon
MANGKRAK: Pembangunan Pamsimas di Dusun Air Serdang Desa Air Merah, yang dibangun tahun lalu hingga saat ini, Senin (19/8) mangkrak dan tidak berfungsi.
Kotapinang (SIB) -Proyek pembangunan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tiga lokasi di Kabupaten Labusel tidak berfungsi. Hingga kini, proyek yang dibangun pada 2018 tersebut mangkrak dan tidak dapat digunakan.

Pengamatan SIB, Senin (19/8), tiga lokasi pembangunan Pamsimas tersebut yaitu Dusun tolan Desa Pekan Tolan, Dusun Air Serdang Desa Air Merah Kecamatan Kampungrakyat dan Dusun Bangai Desa Bangai, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel. Di lokasi tersebut sudah terbangun menara, bak penampungan, meteran listrik, dan sumur bor. Namun tidak ada jaringan pipa yang terpasang ke menara, sehingga air belum dapat disalurkan ke rumah-rumah masyarakat.

Seperti di Jalan Alang Maklana, Dusun Tolan, Desa Pekantolan, Kecamatan Kampungrakyat, proyek tersebut dibangun pada 2018 lalu. Namun hingga kini masih belum rampung dan tidak berfungsi, bahkan pengerjaannya sudah dihentikan.

Padahal, pada musim kemarau seperti saat ini, keberadaan Pamsimas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Sebab,saat ini warga terpaksa membeli air karena sumur mereka telah mengering.

"Sudah satu bulan ini sumur warga di kampung ini kering. Untuk kebutuhan sehari-hari terpaksa membeli. Seharusnya Pamsimas dapat meringankan beban masyarakat. Kami berharap agar Pamsimas ini segera beroperasi," kata Adi warga setempat.

Kepala Desa Pekan Tolan Kecamatan Kampungrakyat Reflin Nasution yang dikonfirmasi mengatakan tidak mengetahui pasti penyebab mangkraknya proyek Pamsimas di desanya itu. Menurutnya, mulai dari musyawarah pembangunan hingga saat ini proyek tersebut terbengkalai, pihak desa tidak dilibatkan. Bahkan dana kesertaan masyarakat sebesar Rp 13 juta untuk pendahuluan pembanguanan sudah diserahkan.

"Sumur bornya tidak dapat digunakan, airnya jorok dan berlumpur dan tidak memenuhi standar. Kalau tidak salah anggaran nya hampir Rp 300 jutaan,"katanya.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Desa Air Merah Sakwin Khoir. Menurutnya permasalahan Pamsimas tersebut telah dua kali disampaikan ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Labusel. Saat itu, kata dia, mereka berjanji membentuk musyawarah terkait hal itu. Namun, sampai saat ini musyawarah tersebut tidak juga terlaksana.

"Saat ini upaya kami terus mengejar pemerintah daerah agar Pamsimas di desa kami dapat berfungsi dan membantu meringankan kebutuhan air masyarakat. Terlebih di saat musim kemarau seperti saat ini,"katanya. (L06/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments