Rabu, 08 Jul 2020
PalasBappeda

Proyek Bina Marga Langkat-Batas Karo Amburadul, Drainase Pecah Nyaris Tidak Berfungsi

Jumat, 10 Januari 2014 20:33 WIB
SIB/Sukardi Bakara
Proyek drainase Jalan Namu Ukur – Batas Karo Jalan Namu Ukur – Batas Karo desa Telagah Kec Sei Bingai amburadul karena saluran drainase pecah beberapa bulan dikerjakan. Foto dipetik baru baru ini
Langkat (SIB) - Proyek pengaspalan  dan drainase  Dinas Bina Marga sepanjang 5,2   KM   di Jalan Namu Ukur – Batas Karo Desa Telagah  Kec Sei Bingai Langkat senilai Rp 13 M amburadul.

Menurut seorang warga marga Tarigan, saluran  drainase  banyak yang  pecah dan akan  mempengaruhi kualitas daya tahan aspal ,terutama saat turun hujan  dari hulu banjir mengenangi aspal.

Tidak hanya itu, warga setempat juga kecewa, proyek jalan  tembus alternatif Langkat-Karo terancam gagal, karena  proyek  pengaspalan jalan itu mendapat hambatan dari pihak Taman Nasional Gunung Leuser  yang mengklaim   sebagai lokasi penyangga paru paru dunia.

Dari pantuan wartawan, pembuatan saluran drainase yang baru dibangun beberapa bulan lalu  terkesan asal jadi dan nyaris tidak berfungsi. Diduga proyek yang dikerjakan PT BMA tanpa ada pengawasan dari dinas terkait.

Kepala UPT Dinas Bina Marga Langkat-Binjai Ir Asdar Lubis yang coba dikonfirmasi, Kamis (9/1) tidak berhasil. Namun  pejabat PPTK  E Hutapea, mengakui minimnya kualitas pembuatan saluran drainase tersebut dipengaruhi curah hujan  yang tidak mendukung di lokasi.

“Memang benar dan kita akan kerjakan kembali itu  ” kata  Hutapea  dan terkait  pelarangan melintasi kawasan TNGL proyek pengaspalan dan drainase (Lanning)  dikerjakan PT BMA  akhirnya diadendum  dari sepanjang 5,2 KM menjadi 4,1 KM .  Total  anggaran dari  Rp 13 miliar  lebih  berkurang menjadi  Rp 11 Miliar lebih ," ujar Hutapea.(B-2).
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments