Senin, 21 Sep 2020

Polres Labuhanbatu Tetapkan Anggota DPRD Labusel Jadi Tersangka Penganiayaan Berat

Kamis, 06 Agustus 2020 15:32 WIB
Foto Dok/Humas Polres

SETELAH DIPERIKSA: Anggota DPRD Labuhanbatu Selatan, Imam Firmadi didampingi 4 pengacaranya, meninggalkan Polres Labuhanbatu, Kamis (30/7) malam, setelah diperiksa penyidik dalam penyidikan tindak pidana penganiayaan berat terhadap seorang supir, Muhammad Jefry Yono, terkait perselisihan peminjaman sepedamotor. Anggota DPRD Labusel itu telah ditetapkan tersangka. 

Rantauprapat (SIB)
Polres Labuhanbatu telah menetapkan anggota DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) dari PDIP, Imam Firmadi menjadi tersangka penganiayaan berat terhadap supir bernama Muhammad Jefry Yono. Namun Polres belum melakukan penahanan terhadap tersangka itu. Penyidik masih fokus melakukan pengembangan kasus terkait rekan-rekan tersangka melakukan penganiayaan yang membuat korban trauma berat dan masih menderita sakit.

"Imam Firmadi sudah ditetapkan tersangka," kata Kapolres Labuhanbatu melalui Kasubbag Humas AKP Murniati Rambe saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (5/8), di Mapolres, Jalan MH Thamrin Rantauprapat.

Murniati menjelaskan, penetapan tersangka terhadap anggota DPRD yang masih lajang itu berdasarkan hasil penyidikan atas laporan polisi nomor: STPLP/787/VII/2020/SPKT RES-LBH, tanggal 9 Juli 2020.

"Imam Firmadi disangkakan melanggar pasal 353 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun, atau pasal 170 ayat 2 dengan ancam hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun," ungkapnya.

Menurutnya, penyidik juga masih melakukan penyidikan terhadap dugaan penganiayaan berat itu untuk pengembangan kasus selanjutnya.

"Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya," ujar Boru Rambe menjawab sejumlah wartawan, siang itu.

Sebelumnya, Muhammad Jefry Yono menjadi korban penganiayaan oleh anggota DPRD Labusel dari Fraksi PDI Perjuangan terkait perselisihan peminjaman sepedamotor. Penganiayaan berat itu diduga dilakukan Imam Firmadi (29) bersama 3 rekannya.

Tersangka dan rekannya diduga melakukan penganiayaan berat itu menggunakan kayu, batu, gancu dan alat perkakas sejenis tang untuk menjepit daun telinga korban dan mencabut paksa kuku jari kaki kiri korban.

Katanya, korban masih mengalami trauma mendalam serta menderita luka di bagian wajah, dada, punggung, perut hingga kaki.

Beberapa malam lalu, tim penyidik Polres Labuhanbatu sempat mendatangi rumah tersangka di Dusun Pinangdamai, Desa Asamjawa, Kecamatan Torgamba, Labusel, untuk menjemput tersangka. Namun saat itu tim polisi dihalangi sejumlah warga tetangga dan tersangka sedang tidak berada di rumah. (L04/BR6/d)

T#gs Anggota DPRD LabuselPenganiayaan BeratPolres Labuhanbatutersangka
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments