Kamis, 09 Jul 2020

Polres Asahan Masih Lidik Pengaduan So Huan Terhadap Surya Lung dan 5 WNA

redaksi Selasa, 14 Januari 2020 20:51 WIB
wartalika.id
Ilustrasi
Kisaran (SIB)
Polres Asahan menindaklanjuti laporan So Huan menyangkut , Surya Lung (34) warga Jakarta bersama 5 rekannya Warga Negara Asing (WNA) asal Cina yang telah dua kali masuk dan mengambil foto-foto tanpa izin ke dalam perusahaan CV. Soon Ho di Jalan Sei Berombang Desa Asahan Mati Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan.

Hal ini dikatakan Kapolres Asahan melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK menjawab SIB melalui telepon seluler, Senin (13/1) menyangkut laporan berbentu pengaduan masyarakat (Dumas) tersebut.
"Kita masih melakukan lidik terkait laporan Dumas dimaksud," ujarnya.

Ketua DPP Government Watch (GOWA) Sumatera Utara Satriawan Guntur Zass, SH yang diminta tanggapannya mengatakan apa yang dilakukan Surya Lung dan rekan WNA nya merupakan perbuatan menyalah.

"Untuk WNA-nya bisa dilihat dari dokumennya datang sebagai apa. Kalau tidak sesuai tentu dapat dikatakan menyalahi undang-undang keimigrasian, dan memasuki rumah tanpa izin. Perbuatan yang dilakukan Surya Lung dan rekannya adalah tindakan illegal dan pihak berwajib harus memprosesnya," jelas Guntur.

Sebelumnya diberitakan, 2 kali masuk tanpa izin ke dalam perusahaan CV. Soon Ho dan mengambil foto-foto areal perusahaan, Surya Lung (34) warga Jakarta bersama 5 orang rekannya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina dilaporkan ke Polres Asahan, Rabu 8 Januari 2020 lalu.

Laporan itu dalam bentuk tertulis berupa dumas yang ditujukan ke Kapolres Asahan oleh Pelapor, So Huan (51) warga Medan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan ikan hasil laut di Jalan Sei Berombang Desa Asahan Mati Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan.

Pelapor So Huan kepada SIB, Minggu (12/1), menceritakan bahwa selain masuk tanpa izin dan memfoto areal perusahaannya, Surya Lung bersama 5 WNA asal Cina itu mengirimkan hasil foto tersebut ke Mr. Chang mitra bisnisnya di negara Tiongkok dan mengatakan bahwa perusahaan tersebut sudah dibeli mereka. Alhasil, Mr. Chang membatalkan pemberian uang muka sebesar Rp 2 miliar untuk pembelian produk ikan hasil laut dari perusahaan miliknya.

Oleh karena itu, dirinya berharap Polres Asahan segera menindaklanjuti laporan Dumasnya dan mencari tau apa motif dan tujuan kelompok orang asing tersebut. "Kita mau tau apa tujuan mereka melakukan hal sedemikian ke kita, dan akibat ulah mereka kita mengalami kerugian yang cukup besar. Terkhusus bagi kelima orang asing itu juga harus dipertanyakan tujuan kedatangannya ke Indonesia ini, "ucapnya.

Sementara itu, Amrizal SH selaku pengacara So Huan kepada SIB, Minggu (12/1) mengatakan pihaknya berharap Polres Asahan segera menindaklanjuti laporan Dumas tersebut sehingga memberikan kepastian hukum bagi kliennya. "Kami meminta dengan sangat, agar Dumas kita segera ditindaklanjuti pihak Polres Asahan dan dilakukan penyelidikan dengan memanggil si terlapor dan 5 orang WNA tersebut. Karena kita mau kepastian hukum dari permasalahan ini," ucapnya. (A02/A09/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments