Sabtu, 07 Des 2019

Pimpinan dan Anggota Banggar DPRD Simalungun Beda Pendapat Soal Pembahasan KUA-PPAS

Jumat, 09 November 2018 23:46 WIB
SIB/Jheslin M Girsang
BAHAS KUA-PPAS: Badan Anggaran DPRD Simalungun bersama eksekutif menggelar rapat pembahasan KUA-PPAS Rancangan APBD Simalungun Tahun Anggaran 2019 di Pamatangraya, Kamis (8/11).
Simalungun (SIB)- Muncul perdebatan hangat saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan APBD Simalungun Tahun Anggaran 2019 pada rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Simalungun di Pamatangraya, Kamis (8/11) petang.

Anggota Banggar Burhanuddin Sinaga bersikeras untuk tidak dilakukan pembahasan terhadap anggaran pada Dinas Pendidikan. Alasannya, lantaran Kepala Dinas Pendidikan tidak hadir mengikuti rapat tersebut. 

"Ini pembahasan yang terlalu dipaksakan. Bagaimana membahas anggaran, sedangkan kepala dinas terkait tidak hadir," tegas Burhanuddin. 

Menurutnya, Badan Anggaran DPRD sebelumnya sudah menyepakati agar tidak membahas anggaran bila kepala dinas yang bersangkutan tidak hadir. Seluruh dinas yang akan mendapatkan proyeksi anggaran menjadi sorotan tajam oleh para anggota Banggar. 

Namun, pernyataan Burhanuddin tersebut terkesan disangkal oleh Pimpinan Banggar, Rospita Sitorus. Menurut Rospita, pembahasan tetap dilanjutkan meski tidak dihadiri kepala dinas terkait. 

"Ini kan, masih pembahasan KUA-PPAS. Dalam penjelasan anggaran, kan bisa dijelaskan oleh Tim Anggaran Eksekutif," kata Rospita. 

Anggota Banggar lainnya seperti, Sulaiman Sinaga, Sastra Joyo Sirait, Abu Sofyan Siregar, Dadang Pramono juga melakukan interupsi. Sulaiman cukup banyak mengkritik pengganggaran pada dinas yang dinilai kurang tepat sasaran, termasuk pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). 

Namun kali ini, justru terjadi perdebatan yang "memanas" antara Sulaiman Sinaga dengan Makmur Damanik selaku pelapor di Badan Anggaran DPRD. Makmur bahkan sempat menyebut, main kita yang arahnya kepada Sulaiman. Tapi pertikaian hanya sebentar lantaran langsung dilerai oleh anggota Banggar lainnya.

Sulaiman kepada wartawan mengatakan, setiap ia melakukan interupsi terhadap Pimpinan Banggar selalu dipotong oleh Makmur. Hal itu yang membuat Sulaiman mendatangi Makmur hingga suasana berubah menjadi memanas. 

Sementara itu, Makmur Damanik belum berhasil dikonfirmasi terkait perdebatannya dengan Sulaiman Sinaga. 

Beberapa saat kemudian, Sulaiman dan Burhanuddin melakukan aksi walk out atau keluar dari ruangan. Rapat kembali diteruskan dan masih berlanjut hingga pukul 18.15 WIB. (D05/h)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments