Kamis, 24 Sep 2020

Pilkada Nias Barat 2020, 3 Balon dari Satu Tim yang Pecah Kongsi

Senin, 20 Juli 2020 14:19 WIB
Foto : SIB/Putra Nainggolan
BALON  KADA NISBAR : 3 Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah Nias Barat berfoto bersama saat mengikuti seleksi di Partai Nasdem baru-baru ini. 
Nias Barat (SIB)
Ada tiga bakal calon (Balon) yang saat ini sedang bersaing untuk mendapatkan rekomendasi partai pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nias Barat tahun 2020. Mereka adalah petahana yang saat ini menjabat Bupati, Faduhusi Daely dan Yamotuho Gulo, wakil Bupati Khenoki Waruwu dan Era-era Hia juga Eliyunus Waruwu dan Mareko Zebua.

Yang menarik dari persaingan itu adalah bahwa sebelumnya ketiga pasangan tersebut adalah satu tim pada Pilkada 2015 lalu. Faduhusi Daely dan Khenoki Waruwu adalah pasangan kepala daerah dan wakil yang masih menjabat hingga saat ini, namun memilih untuk "berpisah" dan mencari pasangan masing-masing maju pada Pilkada 2020.

Demikian juga dengan pasangan Eliyunus Waruwu dan Mareko Zebua merupakan "anak buah" dari Faduhusi dan Khenoki. Mareko Zebua yang sebelumnya bertugas di Pemkot Gunungsitoli bergabung kembali ke Pemkab Nias Barat setelah Faduhusi dan Khenoki dilantik pada April 2016 lalu. Mareko diberi jabatan Kabag Hukum kemudian dipercaya menjadi inspektur Nisbar selama beberapa tahun sebelum akhirnya pensiun karena dicopot dari jabatannya oleh Bupati.

Sama halnya dengan Eliyunus Waruwu yang "ditarik" dari Pemko Gunungsitoli dan diberi jabatan Sekretaris sekaligus merangkap sebagai Plt Kadis PU Nisbar. Ia dipercaya mengurusi proyek-proyek selama dua tahun lebih. Kemudian digeser menjadi staf ahli dan dicopot menjadi staf di Dinas Perpustakaan Nisbar. Tidak jelas dasar pencopotan kedua pejabat tersebut oleh bupati. Namun belakangan santer terdengar pendaftaran mereka pada penjaringan kepala daerah di Partai PDIP disebut-disebut membuat Bupati berang dan akhirnya mencopot mereka.

Tokoh masyarakat yang juga mantan Bupati Nisbar periode 2011-2016 A Aroziduhu Gulo menyebutkan ketiga pasangan itu adalah satu tim yang pecah kongsi dan mencari peluang masing-masing untuk menjabat. Hal itu dikatakannya sangat lumrah yang penting motivasinya ialah membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari ketiga pasangan itu saat ini baru Elmar yang mengantongi tiket Pilkada yaitu dari Nasdem yang memiliki 4 kursi di DPRD Nisbar dan Golkar yang memiliki 2 kursi. Dukungan tersebut sudah mencukupi sebagai syarat untuk bertarung di Pilkada yakni minimal 20 persen atau 4 kursi dari 20 kursi anggota DPRD Nisbar keseluruhan.

Meski demikian, pasangan itu tidak mau berhenti sampai di situ.

Mereka masih terus mengharapkan dukungan partai lain. Hal itu terbukti dengan mendaftarnya mereka ke partai-partai yang memiliki perwakilan di DPRD Nisbar. Foto-foto pertemuannya dengan petinggi partai PDIP yakni Yasonna Laoli, Marinus Gea juga Adian Napitupulu sempat meramaikan jagat maya.

Khenoki Waruwu yang merupakan ketua partai Hanura Nisbar hingga saat ini diketahui belum diberi rekomendasi oleh partai nya.
Bersama pasangannya Era-Era, ia terlihat terus berupaya melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada tokoh hingga masyarakat.

Wakil Bupati Nisbar itu dikenal memang tidak sungkan berbaur dengan warga pelosok, bahkan ia kerap turut larut bernyanyi pada acara-acara pesta pernikahan.

Bupati Faduhusi Daely yang merupakan birokrat senior yang pernah menjadi Penjabat (Pj) Bupati Nisbar pada 2009 lalu memilih mantan anggota DPRD Nisbar Yamotuho Gulo yang jauh lebih muda darinya untuk menjadi pasangannya. Faduhusi belakang ini tidak begitu terlihat gerakannya untuk melobi partai. Kader PDIP yang menjabat ketua dewan pertimbangan cabang Nisbar itu terlihat lebih tenang dalam menghadapi Pilkada kali ini.

Di samping banyaknya tugas yang saat ini harus diselesaikan dengan kondisi Pandemi Covid-19 ini, beberapa pihak menyakini Faduhusi sudah melakukan pendekatan emosional jauh hari sebelumnnya sehingga PDIP akan merekomendasikan kadernya untuk maju kembali pada Pilkada Nisbar 2020.

PDIP sendiri sudah dua tahap mengumumkan "jagoannya" namun untuk daerah Nisbar belum diumumkan siapa yang akan mendapat rekomendasi. Apakah kepada pendatang baru yang bukan kader atau kepada kadernya yang sebelumnya telah memenangkan pertarungan pada tahun 2015 lalu. Masyarakat Nias Barat saat ini tengah menanti dan telah melibatkan diri, saling berkomentar dan memberi pandangan diawal pesta demokrasi yang finalnya dijadwalkan pada 9 Desember 2020.

Seperti diketahui komposisi di DPRD Nisbar terdiri dari 5 kursi PDIP, 4 kursi Hanura, 4 kursi Nasdem, 2 kursi Golkar, 2 kursi Gerindra, 1 kursi Demokrat, 1 kursi PKB dan 1 kursi PAN. (N03/f)

T#gs 3 BalonPecah KongsiPilkada Nias Barat 2020
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments