Kamis, 09 Jul 2020

Peternak Babi Kampung Marbun Minta Diberikan Tenggang Waktu Pembayaran Pinjaman

redaksi Selasa, 14 Januari 2020 21:06 WIB
Foto: SIB/Dok
Martua Simatupang
Tebingtinggi (SIB)
Peternak babi yang tinggal Kampung Marbun, Jalan Baja Lingkungan II, menyurati Pemko Tebingtinggi memohon tenggang waktu pembayaran pinjaman diperpanjang. Permohonan ini diajukan karena peternak telah mengalami kerugian akibat ternak babi mati massal yang terkena penyakit Hog Cholera dan African Swine Fiver (ASF).

"Kita telah menyurati Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian pada 23 Desember 2019 lalu," kata salah seorang peternak, Martua Simatupang didampingi Erwin Turnip kepada SIB, Sabtu (11/1).

Martua juga mengatakan, peternak babi Kampung Marbun beternak dengan bermodalkan pinjaman dari bank atau koperasi. Pinjaman modal bervariasi dan metode pembayarannya dengan cicilan bulanan atau tri wulan.

"Peternak saat ini rugi dan menurunnya pendapatan sehingga dipastikan tidak mampu membayar cicilan utang." Melalui Pemko Tebingtinggi kiranya cicilan pembayaran pinjaman dapat diberikan tenggang waktu. Peternak pasti membayar cicilan cuma saja butuh waktu untuk mencari tambahan pendapatan, jelasnya.

Terkait permohonan peternak, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan, Marimbun Marpaung mengatakan, Pemko Tebingtinggi telah menyurati perbankan dan Koperasi (CU) agar dapat membantu peternak babi/ kelompok tani yang terdaftar sebagai peminjam yang menggunakan pinjaman permodalan dari dana KUR atau CU untuk diberikan tenggang waktu pembayaran. (T02/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments