Rabu, 23 Okt 2019

Petani Simalungun Kembangkan Budidaya Tanaman Kunyit

admin Senin, 09 September 2019 15:21 WIB
SIB/Jheslin M Girsang
LAHAN KUNYIT: Petani mengembangkan tanaman kunyit di Raya Kabupaten Simalungun. Foto dipetik, Sabtu (7/9).
Simalungun (SIB) -Prospek kunyit cukup menjanjikan. Petani mulai tergiur mengembangkannya di Raya Kabupaten Simalungun, lantaran dinilai tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Selain resisten akan penyakit, biaya pengelolaan kunyit dapat diminimalisir. Dalam jangka waktu 8 bulan sudah bisa dipanen.
"Mengelola lahan kunyit cukup sederhana. Tidak perlu rutin melakukan penyemprotan hama dan penyakit. Delapan bulan panen," tutur Sugiatman Saragih, petani kunyit di Raya, Sabtu (7/9).

Ia memiliki lahan kunyit kurang lebih 1,5 Ha. Masa panennya tidak sampai 3 bulan lagi. Harganya pun kini merangkak naik.
"Naik menjadi Rp 2 ribu sekilo, dari sebelumnya Rp 1500," tuturnya.

Disebutkan, harga Rp 2 ribu cukup menguntungkan. Mengingat, cost atau biaya pengeluaran dalam pengelolaannya tidak terlalu besar.
"Modal utama adalah pengadaan bibit. Di sini perlu pengeluaran yang cukup besar. Kemudian, pembelian pupuk. Harapan kita, setidaknya harga pada Rp 3 ribu per Kg," imbuhnya.

Ia juga berharap, pemerintah memotivasi petani untuk terus mengembangkan produksi kunyit karena menjadi komoditi yang menjanjikan. Kabupaten Simalungun khususnya bagian atas mulai daerah Raya sampai Saribudolok memiliki lahan pertanian yang sangat luas. Kunyit dinilai dapat meningkatkan ekspor ke luar negeri. (S05/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments