Selasa, 14 Jul 2020

Petani Sawit Mengeluh, Pupuk Subsidi Urea dan Organik di Labusel Langka dan Mahal

Kamis, 16 Januari 2014 10:49 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Kotapinang (SIB)- Pupuk Urea dan Pupuk Organik (Ponsca) mengalami kelangkaan di sejumlah kios pengecer di daerah Kecamatan Kotapinang, Desa Asam Jawa dan Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Selain langka, harga jual pupuk pun melewati Harga Eceran Tinggi (HET), tidak sesuai ditetapkan pemerintah Rp 1.800/ kilogram atau satu zak dalam kemasan 50 kilogram Rp 90.000.

Informasi dihimpun SIB dari sejumlah petani sawit dan karet di Kecamatan Kotapinang dan Kecamatan Torgamba Kabupen Labuhanbatu Selatan menyebutkan, ada kios-kios pengecer menjual pupuk urea dan pupuk organik subsidi Rp 3.000/ kilogram atau Rp 150.000 per satu zak di atas HET yang ditetapkan pemerintah.

Kelangkaan pupuk di Kecamatan Kotapinang dan di Kecamatan Torgamba dibenarkan beberapa pemilik kios. Pengecer pupuk resmi subsidi Sutarman mengatakan, kios pengecer pupuk subsidi yang menjual harga pupuk di atas HET sudah melanggar peraturan Menteri Pertanian (Mentan) nomor 69/2013 Pasal 11 ayat 1 dan 2, HET pupuk urea dan pupuk organik subsidi hanya seharga Rp 1.800/ Kilogram, dengan arti HET satu zak pupuk Urea dan pupuk organik dalam kemasan 50 kilogram seharga Rp 90.000.

Maruahal (53) dan RP Pane (50) petani sawit dan karet di Kecamatan Kotapinang menjelaskan, selain kedua jenis pupuk subsidi urea dan organik mahal juga susah didapat di kios-kios pengecer daerah Kotapinang dan Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

“Kelangkaan dan mahalnya pupuk membuat petani sawit dan karet di Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengeluh,” ujar Maruahal.

Bejo (65), petani sawit di Desa Asam Jawa Torgamba mengatakan, jika tanaman sawit dan karet tidak rutin dipupuk dikhawatirkan tanaman kelapa sawit bisa gagal panen.

Atas kelangkaan dan mahalnya pupuk subsidi, petani sawit dan karet di  Kotapinang dan di Kecamatan Torgamba Labusel mengharap Bupati Labuhanbatu Selatan melalui Komite Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) menindak penyalur pupuk nakal yang menjual pupuk subsidi jauh di atas HET. (D16/x)
T#gs Sawit
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments