Selasa, 20 Agu 2019

Petani Mengeluh Pupuk Langka di Sergai

Sabtu, 08 Februari 2014 13:44 WIB
SIB/Henderson Manullang
Kering : Tanaman padi usia 20 hari di Dusun V Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah tampak kerdil dan gersang karena kerena kekurangan pupuk
Sei Rampah (SIB)- Ratusan  hektare tanaman padi berusia 20 sampai 40 hari di empat kecamatan yakni di Kecamatan Sei Rampah, Sei Bamban, Teluk Mengkudu dan Kecamatan Tanjung Beringin secara menyeluruh kekurangan pupuk.

Pupuk langka dan kosong di tiap kios pengecer. Akibatnya hasil pertanian musim tanam tahun ini diperkirakan akan anjlok.

Pengamatan SIB di lapangan setiap musim tanam padi sudah merupakan tradisi terjadi kelangkaan pupuk. Padahal RDKK merupakan acuan utama sebagai syarat utama pada kios-kios pengecer untuk memperoleh, mengetahui kebutuhan pupuk di suatu daerah tidak ada masalah. 

Namun tetap saja pupuk menghilang saat dibutuhkan petani akibatnya hasil pertanian berdampak besar dialami para petani.

Buyung salah seorang petani mengatakan saat ini para petani mengeluh karena padinya kekurangan pupuk.  Memang di kios  ada juga menjual  pupuk akan tetapi non subsidi Rp 7 ribu/Kg, petani tidak akan mampu membelinya.

“Kalau udah terjadi kelangkaan siapa bertanggung jawab. Petani terus-menerus menderita untuk membeli pupuk saja barangnya gak ada. Tolonglah pemerintah Sergai melalui Dinas Pertanian diawasi kios-kios nakal yang menggelapkan pupuk untuk memperkaya diri sendiri,” cetusnya.

Kadis Pertanian Sergai Ir Safaruddin  mengakui kebutuhan pupuk di Kabupaten Sergai  selama ini memang tidak cukup. Apalagi 2014 jatah pupuk untuk Kabupaten Sergai akan turun lagi pada Februari ini.

“Jadi marilah kita tunggu. Selain itu sering kita usulkan agar petani memakai pupuk tambahan seperti kompos, pupuk organik untuk mengatasi bila terjadi kekurangan pupuk  sehingga tanaman padi tidak terganggu pertumbuhannya,” kata Safaruddin. (A29/x)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments