Kamis, 14 Nov 2019

Petani Mengeluh, Pupuk Bersubsidi Kosong di Parongil

Kamis, 16 Januari 2014 11:21 WIB
SIB/int
Pupuk Bersubsidi
Sidikalang (SIB)- Keterlambatan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) diduga salah satu akibat kekosongan pupuk bersubsidi segala jenis di Kabupaten Dairi, khususnya di Kecamatan Silima Pungga-pungga, Parongil. Kekosongan pupuk diketahui pada Rabu (15/1) di seputaran Parongil pada kios pengecer.

Didampingi salah seorang Petugas Penyuluhan Lapangan Dalaman Sihombing, SIB mendatangi beberapa kios pengecer. Pemilik UD Tani Jaya, Wilson Togatorop dan UD Karya Jaya, J Kudadiri, mengaku tidak memiliki pupuk bersubsidi seperti Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska. “Yang ada hanya Petroganik. Hampir dua bulan ini, kami tidak menjual pupuk bersubsidi karena tidak ada. Kami tidak mengetahui kenapa bisa kosong, petani sudah membutuhkannya saat ini,” sebut Wilson.

Sedangkan Kudadiri masih memiliki pupuk bersubsidi jenis petroganik. Disebutkan Kudadiri, petroganik tersebut masih belum diminati dan tidak banyak dipergunakan petani untuk pemupukan tanaman.

“Kalau kios kita ini, masih tiga minggu belakangan ini tidak menjual pupuk bersubsidi. Kalau petroganik masih ada, namun belum begitu diminati petani,” ujar Kudadiri.

Petani yang ditemui SIB di pasar tradisional Parongil, Rabu (15/1) mengaku sudah sangat membutuhkan pupuk seminggu sebelumnya. Petani dari desa Bonian, Br Manurung dan Br Nainggolan, mengakui harus melakukan pemupukan terhadap tanaman padi sawah sebanyak dua kali per panennya.

“Sebenarnya sudah terlambat seminggu pemupukan padi ini. Makanya, begitu masuk ke kios ini, kami langsung bertanya apakah pupuk urea dan phonzka sudah ada. Ternyata belum ada juga,” ujar mereka dalam bahasa Batak Toba.

Sedangkan Br Simbolon, petani dari Desa Lokkotan mengakui sudah mencari pupuk urea sejak Desember 2013 yang lalu. “Kami tidak mengetahui lagi kemana mencari pupuk ini. Kami sudah kewalahan dan khawatir masa pembuahan padi nantinya akan terganggu,” ujarnya.

Camat Silima Pungga-pungga Kadir Boangmanalu yang dikonfirmasi SIB, Rabu (15/1) menyebutkan belum mengetahui kekosongan pupuk dimaksud. Menjawab telepon Kadir mengaku sedang di lapangan untuk pengecekan debu vulkanik yang menyelimuti kecamatan itu.

“Sampai saat ini, belum ada pengaduan masyarakat akan kekosongan pupuk bersubsidi. Kalau memang sudah kosong, kami akan berusaha untuk membantu petani dalam penyusunan RDKK nanti,” ujarnya menjawab telepon. (BR2/B5/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments