Rabu, 16 Okt 2019

Bupati Tapanuli Utara Klarifikasi Soal SK Seleksi Honorer

Peserta Tidak Lulus Kembali "Bernapas"

* Nikson Nababan : Pertimbangan Kemanusiaan
admin Kamis, 14 Maret 2019 13:29 WIB
Nikson Nababan
Tarutung (SIB) -Dua keputusan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan terkait hasil seleksi tenaga honor atau pegawai non-PNS di lingkungan Pemkab Taput yang dikeluarkan pada Maret 2019 menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Keputusan pertama adalah pengumuman Bupati Tapanuli Utara bernomor 800/1069/35.2.1/XII/2018 yang dikeluarkan 6 Maret 2019 tentang hasil penyelenggaraan seleksi/evaluasi tenaga honorer atau non-PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Taput yang menyatakan peserta yang lulus akan diterbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai tenaga non-PNS dan yang tidak lulus akan diberhentikan.

Sedangkan keputusan kedua dengan surat Nomor 800/279/35.2.1/III/2019 tertanggal 11 Maret 2019 tentang tindak lanjut pengumuman hasil penyelenggaraan seleksi/evaluasi tenaga honorer/non PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2018.

Pada poin tiga surat tersebut antara lain dinyatakan agar pegawai honor/Non-PNS yang kategori tidak lulus pada pengumuman Bupati Tapanuli Utara Nomor 800/1069/35.2.1/XII/2018 agar bekerja sebagaimana mestinya dengan penuh tanggungjawab sebelum mendapat keputusan Bupati Tapanuli Utara tentang pemberhentian dan pengangkatan.

Terbitnya surat Nomor 800/279/35.2.1/III/2019 tersebut, pun menjadi perbincangan hangat di media sosial dengan berbagai tanggapan dan tidak sedikit yang menganggap Bupati Taput telah membuat keputusan ambigu.

Bahkan ada yang berpendapat keputusan itu sebagai settingan oknum-oknum tertentu di sekitar Bupati Nikson Nababan yang bermaksud mencelakakannya.

Guna memperoleh penjelasan terkait kedua keputusan tersebut, SIB mengonfirmasi Bupati Taput melalui pesan WhatsApp (WA), Selasa (12/3) dan mendapat konfirmasi melalui sambungan telepon selular.

Bupati Taput menjelaskan sejak dikeluarkannya Pengumuan Bupati Tapanuli Utara bernomor 800/1069/35.2.1/XII/2018 tentang hasil penyelenggaraan seleksi/evaluasi tenaga honorer atau non-PNS belum ada diterbitkan SK pengangkatan atau pemberhentian tenaga honor.

Maka surat Nomor 800/279/35.2.1/III/2019 adalah tidak lanjut pengumuman Bupati Taput terdahulu untuk dipedomani para pimpinan perangkat daerah dalam menyikapi hasil seleksi/evaluasi yang dilakukan tahun 2018 lalu.

Menurutnya, dengan terbitnya surat kedua bukan berarti keputusan Bupati Taput menjadi ganda atau sejenisnya. Akan tetapi tetap pada keputusan di mana yang lulus akan diberikan SK pengangkatan dan yang tidak lulus akan diberhentikan.

Namun Bupati Taput membuat kebijaksanaan atas keberadaan para tenaga honor yang tidak lulus yakni diberikan kesempatan bekerja sebagaimana mestinya dengan penuh tanggung jawab hingga Juni 2019 untuk dievaluasi. "Para pimpinan perangkat daerah mengevaluasi kinerja tenaga honor tersebut dan bila memungkinkan sesuai hasil evaluasi dapat diberikan kesempatan untuk bekerja sebagai tenaga honor/non-PNS," sebutnya.

Nikson menjelaskan keputusan yang diambil tersebut atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Untuk itu para tenaga honor yang sesuai hasil seleksi/evaluasi dinyatakan tidak lulus diminta untuk sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab bekerja serta menunjukkan integritasnya.

"Kami berikan kesempatan hingga Juni, kiranya mereka dapat menunjukkan kinerja dengan baik dan bertanggung jawab serta loyal kepada pimpinan. Apa yang menjadi instruksi dan petunjuk pimpinan kerjakan dengan sungguh-sungguh. Loyallah kepada pekerjaan dan juga pimpinan," ujarnya.

Adapun hasil evaluasi para pimpinan perangkat daerah atas tenaga honor di unit kerja masing-masing akan diajukan kepada Bupati Tapanuli Utara melalui Nota Dinas. "Bupati adalah pejabat pembina kepegawaian yang berwenang mengangkat, memindahkan dan memberhentikan sebagaimana diatur pasal 53 huruf e Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara," sebutnya.

Tahapannya adalah apabila sesuai hasil evaluasi para pimpinan perangkat daerah ada tenaga honor dan sesuai kebutuhan memungkinkan diberikan kesempatan untuk bekerja sebagai tenaga honor maka dapat diusulkan kepada Bupati Tapanuli Utara untuk mendapat persetujuan diterbitkan surat keputusan pengangkatannya.

Dengan keputusan tersebut, para tenaga honor yang dinyatakan tidak lulus dalam seleksi/evaluasi tahun 2018 lalu, kembali dapat sedikit bernapas lega untuk berjuang menunjukkan integritas hingga Juni 2019.

Sebelumnya, dalam pengumuman Bupati Tapanuli Utara bernomor 800/1069/35.2.1/XII/2018 tercatat 3.799 tenaga honor menjadi peserta seleksi. Dari jumlah itu sebanyak 1.883 dinyatakan lulus, 1.538 dinyatakan dipertimbangkan dan 378 dinyatakan tidak lulus.
Dalam pengumuman itu disebutkan, kepada yang lulus akan diterbitkan surat keputusan pengangkatan sebagai tenaga non-PNS.

Kepada yang dinyatakan dipertimbangkan akan diterbitkan dan diberikan kesempatan dan pembinaan kinerja oleh pimpinan unit kerja masing-masing hingga Juni 2018. Sedangkan yang dinyatakan tidak lulus akan diberhentikan dengan hormat. (BR7/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments