Sabtu, 25 Mei 2019

Perawatan Drainase Kota Wisata Berastagi Buruk

admin Sabtu, 18 Mei 2019 11:47 WIB
SIB/Theopilus Sinulaki
TUMPAT: Kondisi parit jalan nasional jurusan Medan-Kuta Cane persisnya di Dusun Arimas Desa Perbulan Kecamatan Lau Baleng tumpat sehingga air meluber ke badan jalan. Bahkan sebagian kondisi jalan tertimbun tanah. Foto dipetik Jumat (17/5).
Tanah Karo (SIB) -Perawatan drainase di Berastagi dinilai masyarakat sangat buruk. Minimnya perawatan beberapa tahun terakhir oleh instansi terkait, menuai protes warga. Tidak maksimalnya perawatan serta pemeliharaan rutin, disinyalir sebagai penyebab utama air tergenang.

"Ketika hujan, air meluber ke beram dan jalan. Aliran air tidak masuk ke drainase, dikarenakan tersumbatnya lubang masuk ke saluran pembuangan. Sudah selayaknya kota pariwisata, sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo mendapat perhatian khusus. Malu kita kepada wisatawan yang datang," ujar Caverius Sembiring kepada wartawan di Berastagi, Kamis (16/5).

Hal senada disampaikan oleh warga lainnya, Andreas Sitepu. Ia juga menuturkan kekesalannya. Setiap hujan deras datang, kawasan perbengkelan di seputaran Jalan Jamin Ginting, daerah Desa Rumah Berastagi, senantiasa tergenang akibat luapan air parit. Bahkan tidak jarang, luberan air sampai ke halaman rumah atau area parkir.

"Setiap hujan deras, air selalu meluap dari parit ke jalan. Bahkan sampai ke pemukiman warga yang mayoritas sebagai tempat usaha. Jalan ini memang Jalinsum, kata Pemda Karo. Tetapi air yang masuk ke parit, kan buangan dari atas (hulu,red) inti kota. Apakah itu jalinsum juga. Sebagian tentunya milik kabupaten ini dan di bawah pengawasan Pemda Karo," ujarnya kesal.

Camat Berastagi Mirton Ketaren, kepada wartawan melalui telepon selularnya mengatakan, pihaknya sudah berulang kali melaporkan masalah tersebut kepada Dinas PU Pemkab Karo. "Sudah sering dilaporkan. Kami dari pihak kecamatan senantiasa berkoordinasi dengan dinas instansi terkait. Kita harapkan masalah ini segera teratasi," ujar Mirton .

Pantauan wartawan di lapangan, drainase yang sering meluber ketika hujan deras di antaranya berada di kawasan Jalan Merdeka, Jalan Perwira dan Jamin Ginting (Jalinsum) Tugu Kol-Simpang Ujung Aji (seputaran Desa Rumah Berastagi,red), dan kawasan Simpang Korpri-Desa Raya Km 65 Medan - Kabanjahe.

Jalan Nasional Tergenang Air
Sementara itu, beberapa titik ruas jalan nasional tergenang air akibat drainase tumpat. Akibatnya air parit meluber hingga ke bahu jalan, apa lagi pada saat hujan turun, volume air semakin deras mengalir bercampur lumpur dan bebatuan. Saat hujan turun, Kamis (16/5) sore, terlihat ruas jalan sulit dilalui kendaraan karena arus air mengalir deras bercampur lumpur.

Menurut pantauan SIB, Jumat (17/5) di Dusun Arimas Desa Perbulan Kecamatan Lau Baleng, drainase jalan nasional jurusan Medan-Kuta Cane sudah tertutup tanah, sehingga arus air meluber ke ruas badan jalan. Kondisi yang sama juga terjadi di jalan nasional di Desa Lau Mulgab Kecamatan Mardingding, persisnya di depan gereja katolik, kondisi parit tumpat, sehingga air juga mengalir ke bahu jalan sepanjang 50 meter.

Warga berharap, agar pihak terkait segera melakukan normalisasi drainase dan pembersihan badan jalan dari timbunan tanah dan bebatuan. "Genangan air yang ada di ruas jalan nasional tersebut sangat mengganggu arus lalu lintas, bahkan kondisi kualitas hotmix akan semakin cepat rusak," ungkap M Ketaren warga Arimas.

Secara terpisah, Kepala Desa Lau Mulgab, Bujurmin Gurukinayan ketika ditemui SIB baru-baru ini, berharap agar pihak BPJN wilayah Medan segera melakukan pemeliharaan jalan. Karena diakui, hampir setiap hujan turun, air mengalir ke badan jalan. Bahkan di beberapa tempat, saat hujan, air dengan deras mengalir dari perbukitan melalui perladangan warga mengalir di atas bahu jalan bercampur lumpur. (BR2/K01/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments