Senin, 21 Okt 2019

Perangko Edisi Sail Nias 2019 akan Diterbitkan, Lompat Batu Masuk Rekor MURI

admin Senin, 16 September 2019 15:53 WIB
SIB/Putra Nainggolan
REKOR MURI: Atraksi Lompat Batu dengan 100 peserta memecahkan rekor MURI pada Sail Nias 2019.
Nisel (SIB) -Pemerintah pusat akan menerbitkan sampul peringatan (perangko) edisi Sail Nias 2019. Penandatanganan peresmian dilakukan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkumham Yasonna Laoly, didampingi Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menpar Arief Yahya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiasti, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik mewakili Menkominfo Rudiantara di Telukdalam, Sabtu (14/9).

Dirjen IKP Kemenkominfo Widodo Muktiyo mengatakan, Kementerian Kominfo bersama PT Pos Indonesia dan beberapa kementerian merilis perangko. "Setiap tahun Kementerian Kominfo dan PT Pos Indonesia serta beberapa kementerian/lembaga terkait merilis perangko edisi khusus dalam rangka Sail Indonesia," kata Widodo di lokasi acara Sail Nias.

Widodo mengatakan, perangko edisi kali ini bisa dibilang cukup unik karena mengangkat kearifan lokal masyarakat Nias. Sebagaimana diketahui, Kepulauan Nias terkenal karena beberapa hal yakni atraksi budaya lompat batu dan juga terdapat wisata pantai berkelas dunia untuk berselancar. "Tahun ini desain yang dipilih melambangkan salah satu ikon budaya Nias yaitu atraksi Lompat Batu dan keindahan ombak lautan Nias yang terkenal di kalangan peselancar dunia," ujarnya.

Di lokasi yang sama, 100 pelompat batu atau Fahombo memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan diberikan Senior manager MURI Yusuf Madri kepada Bupati Nisel Hilarius Duha bersama Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Bupati Nisbar Faduhusi Daely, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, Bupati Nisel Ingati Nazara dan Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua.

Lompat batu adalah budaya Nias yang dikenal di seluruh Indonesia yang dilestarikan turun temurun. Sepanjang yang diketahui atraksi ini hanya ada di Nias dan lebih spesifik ternyata dari Nias Selatan. "Oleh karenanya rekor tadi adalah rekor dunia MURI," terangnya. (N03/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments