Senin, 16 Sep 2019

Penyaluran Beasiswa di Humbahas Jadi Temuan BPK

admin Kamis, 13 Juni 2019 13:30 WIB
Ilustrasi
Humbahas (SIB) -Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan penerima beasiswa berprestasi di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) 2018 yang tidak memenuhi syarat. Untuk menindaklanjuti temuan BPK itu, Dinas Pendidikan Humbahas telah memberikan jawaban baik lisan dan tertulis kepada BPK.

Kepala Dinas Pendidikan Humbahas Jamilin Purba melalui Kepala Seksi Pendidikan SMP Kristina Siregar ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (12/6), keberatan kalau temuan BPK itu disebut sebagai temuan. Karena, menurut dia, persoalan itu hanya masalah beda pemahaman. Sebab, penyaluran beasiswa itu benar-benar direalisasikan. Hanya saja kata dia, juknis dalam penyalurannya tidak begitu mendetail seperti yang diinginkan BPK RI.

"Kebetulan saya salah satu yang ngomong sama BPK. Jadi hanya masukan sih. Begini. Kita kan memberikan beasiswa tahun 2018 itu berdasarkan Perbup. Kelemahan kita memang di tahun 2018, kita tidak punya juknis saat penyaluran. Masukan dari BPK saat membaca Perbup itu. Seharusnya ada Juknis. Itulah perbedaan pemahaman kami dengan pemahaman BPK. Dan itu sudah kita jawab baik lisan maupun tulisan," sebut Kristina.

Lebih lanjut dijelaskan, adapun juknis dimaksud BPK adalah Dinas Pendidikan seharusnya membuat daftar nama-nama universitas 10 terbaik di Indonesia pada tahun berkenan. Bukan berdasarkan daftar tahun sebelumnya. Selain itu, dalam juknis itu juga harus jelas disebutkan syarat-syarat bagi penerima beasiswa untuk tiap semester. Bukan seperti syarat yang ada dalam Perbup yakni IPK pada saat pengajuan beasiswa minimal 2,7.

"Kelemahannya kita, di Perbup itu kita buat 10 universitas terbaik di Indonesia. Kita tidak buat daftar 10 universitasnya. Seharusnya itu disebutkan di juknis. Itulah salah satu masukan dari BPK. Dan berdasarkan masukan itulah, Perbup untuk tahun 2019 ini. Dan ini sudah naik kepada pak bupati. Dan yang pasti kita tidak ada menyalurkan beasiswa kepada yang bukan anak Humbang. Atau ada anak-anak yang bukan dari antara 10 universitas terbaik itu. Jadi tidak ada di sana disebutkan untuk melakukan pengembalian. Melainkan menyarankan untuk membuat juknis tadi," kata Kristina.

Sebelum meluruskan mengenai temuan BPK itu, Kristian menguraikan jumlah siswa dan mahasiswa berprestasi penerima beasiswa serta jumlah bantuan yang diterima dari tahun 2017 hingga 2019 ini.

Untuk tahun 2017, jumlah siswa dan mahasiswa penerima beasiswa berprestasi yang kurang mampu sebanyak 19 orang. Dengan perincian, 15 mahasiswa dan 4 siswa. Masing-masing mahasiswa menerima Rp7,5 juta, dan siswa berprestasi Rp5 juta. Khusus untuk tahun 2017, dana yang ditampung APBD berbentuk bantuan sosial (bansos) yang dianggarkan di Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Asset Daerah (BPKPAD).

Sementara untuk tahun 2018, dana beasiswa dialokasikan di Dinas Pendidikan Humbahas sebesar Rp1 miliar untuk siswa dan mahasiswa yang berprestasi. Bukan lagi untuk siswa dan mahasiswa berprestasi yang kurang mampu. Jumlah penerima sebanyak 108 orang, dengan rincian, 79 orang mahasiswa, dan 29 orang siswa. Masing-masing mahasiswa menerima Rp7 juta, dan untuk siswa masing-masing Rp7,5 per semester.

"Untuk tahun 2019 ditampung sebesar Rp2,5 miliar. Kita belum data ada berapa orang mahasiswa yang masuk ke 10 universitas terbaik. Dan kita juga belum menemui Kemen Dikti untuk menerima daftar-daftar 10 universitas terbaik tahun 2019 ini," ujarnya. (BR8/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments