Sabtu, 04 Apr 2020

Pengendara Sepedamotor Keluhkan Perlintasan Kereta Api di Simpang Beo Tebingtinggi

admin Selasa, 17 September 2019 19:16 WIB
SIB/Bonny Sembiring
EKSTRA HATI-HATI: Pengendara motor tampak kesulitan dan harus ekstra hati-hati ketika melintasi jalur kereta api di Simpang Beo Tebingtinggi, Senin (16/9).
Tebingtinggi (SIB) -Para pengendara sepedamotor mengeluhkan kondisi jalur kereta api yang terletak di Jalan HM Yamin, persisnya di Simpang Beo Tebingtinggi. Pasalnya, aspal di celah rel telah rusak dan membentuk lubang yang cukup dalam sehingga mengancam keselamatan jiwa mereka ketika melintasinya.

Pantauan SIB di lokasi, Senin (16/9), sejumlah pengendara roda dua yang datang dari arah Kisaran, Pematangsiantar maupun Medan tampak kesulitan saat melewati perlintasan kereta api tersebut.

Seorang pesepedamotor, Anto S (37) mengaku sangat kesulitan dan merasa was-was mengendarai motornya ketika melintas di jalur kereta api Simpang Beo, Tebingtinggi.

"Celah-celah rel itu telah membentuk lubang cukup dalam. Jadi, kami harus ekstra hati-hati melewatinya. Jika tidak, sepedamotor yang kami kendarai akan terjatuh akibat terjebak ke lubang," ujarnya.

Hal senada diutarakan pengendara motor lainnya, Mery Setiana Barus (31). Menurut ibu satu anak ini, lintasan kereta api itu sudah lama berlubang dan senantiasa mengancam keselamatan pengemudi "kuda besi" terutama kaum hawa.

"Sepengetahuan saya, kondisi rel ini sudah berlangsung setahun. Walaupun belum ada korban jiwa, namun telah banyak korban yang terluka karena sepedamotornya tergelincir lalu terjatuh di atas rel. Apalagi di saat musim hujan," ucapnya.

Untuk itu, Mery berharap pihak PT KAI secepatnya memerbaiki kondisi rel tersebut supaya para pengguna jalan, terutama pengendara motor dapat melintas dengan aman dan nyaman, tanpa dihantui rasa khawatir.

Sekaitan hal tersebut, KUPT Resort JR 1.5 Seibamban (BMB) Sulistyo Hary Nugroho melalui petugas palang pintu Simpang Beo, Rinaldi saat dikonfirmasi membenarkan keberadaan lintasan kereta api yang dijaganya itu memang kerap menimbulkan kecelakaan tunggal, khususnya pesepedamotor.

Dia juga menjelaskan, kondisi perlintasan itu telah disampaikan kepada pimpinan, namun hingga kini belum ada tanda-tanda tindaklanjutnya.

"Berdasarkan informasi yang saya terima, sebelum Idul Fitri 2019 lalu, lintasan rel Simpang Beo akan diganti dari tipe R42 menjadi R54 (lebih besar), sehingga lubang atau celah yang ada pada lintasan tersebut dapat diminimalisir. Tapi, sampai saat ini perbaikannya belum juga terealisasi," ungkap Rinaldi sembari menambahkan jika ada pengendara motor yang terjatuh di atas lintasan kereta api pihaknya hanya sebatas memberi pertolongan pertama. (T01/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments