Minggu, 05 Apr 2020

    Pengaspalan Jalan di Dusun Gundaling-Dusun Pengkeruken Dairi Diduga Asal Jadi

    * Kabid PSDA Sudah Kirim Surat Teguran
    Selasa, 18 Februari 2020 16:35 WIB
    Foto/SIB Tulus Tarihoran

    TERKELUPAS: Pengasapalan jalan di Dusun Gundaling-Dusun Pengkeruken Desa Gundaling, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi diduga asal jadi. Terlihat aspal terkelupas, Foto dipetik beberapa hari lalu. 

    Sidikalang (SIB)
    Pengaspalan jalan dari Dusun Gundaling menuju Dusun Pengkeruken Desa Gundaling, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi diduga asal jadi. Pengaspalan berbiaya Rp 600 juta lebih sudah rusak.

    Padahal perbaikan jalan itu baru selesai dikerjakan Desember 2019 lalu. Terdapat di beberapa lokasi aspal mengelupas. Material untuk base diduga diambil di lokasi pengerjaan yang belum jelas spesifikasinya.

    Sekretaris Dinas PUPR Dairi, Frianto Naibaho dikonfirmasi, Senin (17/2) mengatakan, akan menyurati rekanan bila ditemukan hasil pengerjaan proyek di lapangan yang kurang baik. Disebutnya, sesuai kontrak, base yang harus digunakan untuk perbaikan jalan itu direkomendasikan dari Dolok Siraut.

    "Tidak bisa diambil dari lokasi, karena spesifikasinya belum tentu sama dengan yang sudah direkomendasikan," katanya.
    Memang hal itu memungkinkan, asalkan kualitas material sama. Dijelaskan, pengaspalan jalan itu dikerjakan CV LS dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 602.800.000.

    Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) PSDA sekaligus PPK pengaspalan jalan Gundaling-Pengkeruken, Wandy Tumanggor mengatakan, sudah kirim surat teguran pemeliharaan kepada rekanan. Pihaknya sudah melakukan pengawasan maksimal saat proses pekerjaan. Proses penggalian dan pemadatan base sudah bagus.

    Pekerjaan itu sebelumnya sudah dipantau anggota DPRD Dairi dari Dapil 3, Carles Tamba dan meminta untuk diperbaiki karena kualitas pekerjaan pengaspalan jalan itu dinilai sangat rendah. Terkait material dari lokasi, lanjut Wandy, memungkinkan untuk menambah material.

    Asumsi material base yang kita anjurkan tetap dari bebatuan Dolok Siraut,” ujarnya.
    Seorang warga sekitar yang tidak bersedia dituliskan namanya mengatakan, material base untuk pembangunan jalan itu diambil di lokasi proyek. “Ada sekitar 40 truk material base diambil di lokasi," ucapnya. (K05/q)

    T#gs
    Berita Terkait
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments