Rabu, 18 Sep 2019

Silaturahmi Bupati ke HKBP Distrik VI Dairi

Pendeta Minta Guru Sekolah Minggu Diperhatikan Pemerintah

admin Kamis, 05 September 2019 13:37 WIB
SIB/Tulus Tarihoran
FOTO BERSAMA: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua PKK, Ny Eddy Keleng Ate Berutu boru Simarmata foto bersama Praeses HKBP Distrik VI, Pdt Winner Sitorus serta pelayanan penuh waktu, Selasa (3/9) di kantor Distrik VI Jalan Gereja Sidikalang.
Sidikalang (SIB) -Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu kunjungi Kantor HKBP Distrik VI Dairi, Selasa (3/9) sore di Kantor HKBP Distrik VI Dairi Jalan Gereja Sidikalang.

Kunjungan bupati disambut Praeses HKBP Distrik VI Dairi, Pdt Winner Sitorus serta pelayan penuh waktu di Distrik VI Dairi, Sekretaris Distrik, Pdt Max Dondo Debataraja, St Benpa Hisar Nababan dan lainnya. Pdt Winner Sitorus menyampaikan, HKBP Distrik VI Dairi terdiri dari 222 gereja dan 31 resort, dengan jumlah jemaat sebanyak 21 ribu kepala keluarga (KK) dan sekitar 54 orang pelayanan penuh waktu yaitu Pendeta, Bibelvrouw, Diakones dan Guru Jemaat. "Lebih 50 persen warga Dairi adalah jemaat HKBP," ucapnya.

Kunjungan bupati adalah kehormatan bagi pelayan penuh waktu dalam rangka silaturahmi. HKBP Distrik VI Dairi sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Dairi. "Siap mendukung bupati dalam menjalankan program visi-misi untuk membangun Dairi," ucapnya.
Apalagi orientasi pelayanan HKBP adalah diakoni sosial mengangkat jemaat dari kemiskinan supaya semakin sejahtera.

Pada pertemuan itu, juga dilakukan sesi tanya jawab dengan para pendeta. Pdt H Bancin menyampaikan, pemerintah sebagai mitra gereja hendaknya memperhatikan guru sekolah minggu. Dimana guru sekolah minggu tidak jauh berbeda dari guru di sekolah. Menurutnya, hal itu adalah salah satu bentuk mitra kongkrit antara gereja dengan pemerintah, seperti sudah ada di beberapa daerah lain.

Kemudian, Pdt Robin Sitorus menyampaikan, pemuka agama tidak pernah dilibatkan dalam rapat apa pun di desa terkait pembangunan. Kemudian, diharapkan Dinas Catatan Sipil hadir dalam proses pernikahan di gereja, sehingga pembuatan akta perkawinan bisa segera selesai.

Sementara itu, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, pemahamannya terkait konteks Dairi perlu pendalaman. Pemerintahannya fokus pada masyarakat bawah yang membutuhkan kesehatan, transportasi sekolah dan pertanian.

Terkait kesejahteraan guru sekolah minggu, kata Eddy, Kabupaten Dairi memiliki anggaran pendapatan yang sangat terbatas. Perlu digerakkan mesin peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Anggaran Dairi tidak besar, bahkan dilakukan efisiensi/ merger beberapa dinas, untuk mencapai peningkatan infrastruktur.

Selain itu, pihaknya juga memastikan ASN sebagai mesin yang profesional, sehingga dapat maksimal melayani masyarakat bawah.
Pada kesempatan itu, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyerahkan bibit kopi kepada pendeta, sebagai lambang motivasi untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang. (K05/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments