Rabu, 23 Okt 2019

Pemko dan Polres Tebingtinggi Tandatangani MoU Cegah Korban Lakalantas di Kalangan Pelajar

admin Sabtu, 04 Mei 2019 19:18 WIB
SIB/Bonny Sembiring
SALAM KOMANDO: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dan Kapolres AKBP Sunadi melakukan salam komando usai menandatangani MoU terkait ketertiban berlalulintas di kalangan pelajar di sela-sela peringatan Hardiknas tahun 2019 di Lapangan Sepakbola Ramlan Yatim, Kecamatan Rambutan, Kamis (2/5).
Tebingtinggi (SIB) -Pemerintah Kota (Pemko) dan Kepolisian Resort (Polres) Tebingtinggi menandatangani nota kesepakatan/kesepahaman (MoU) sebagai langkah bersama untuk mencegah terjadinya korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di kalangan pelajar.

"Pemko Tebingtinggi memang melarang anak-anak (pelajar) mengendarai kendaraan bermotor, apalagi saat pergi dan pulang sekolah. Karena, tidak ada alasan orangtua sayang kepada anak lalu memberikan sepedamotor kepada putra-putrinya," ujar Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan ketika diwawancarai SIB usai menandatangani MoU dengan Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi terkait ketertiban berlalulintas di kalangan pelajar, di sela-sela upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019, di Lapangan Sepakbola Ramlan Yatim, Kecamatan Rambutan, Kamis (2/5).

Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, para pelajar dinilai belum memiliki pemikiran, mental dan emosional yang matang dalam mengemudi kendaraan di jalan raya. Sehingga, dianggap sangat rentan mengalami kecelakaan lalulintas.

"Kita ketahui bersama, keterbatasan pemikiran dan emosional mereka dalam berkendara digadang-gadang sebagai penyebab utama terjadinya lakalantas di jalanan. Oleh karenanya, berdasarkan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, seseorang boleh mengendarai kendaraan bermotor jika sudah berusia 17 tahun ke atas, dan itu yang kita harapkan," ujarnya.

Sementara, Kapolres AKBP Sunadi menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh di tahun 2018 tercatat 162 kasus kecelakaan di Wilkum Polres Tebingtinggi dan menelan korban jiwa 38 orang, di mana para korbannya didominasi usia produktif yaitu 16-25 tahun.
Sunadi mengharapkan para orangtua ke depannya tidak memberi izin kepada anak-anaknya yang belum cukup umur untuk membawa kendaraan ke jalan raya.

"Karena hal itu bisa membahayakan keselamatan jiwa anak mereka maupun orang lain," kata Kapolres.

Adapun isi perjanjian tersebut yakni meminta seluruh sekolah di Tebingtinggi dan pihak terkait lainnya untuk membuat aturan secara tertulis terkait larangan penggunaan kendaraan bermotor bagi seluruh siswa saat bersekolah, sehingga tidak ada lagi korban Lakalantas di kalangan pelajar. (T01/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments