Selasa, 19 Nov 2019

Pemko Hadirkan Instruktur dari Pekalongan Latih Pembatik Tebingtinggi

admin Kamis, 27 Juni 2019 17:53 WIB
SIB/Dok
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Pj Sekdako Marapusuk Siregar terima kenang-kenangan batik Pekalongan dari Nanang Tri Purwanto, Selasa (25/6).
Tebingtinggi (SIB) -Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtingtinggi menunjukkan keseriusnya dalam mengembangkan pengrajin batik ciri khas Tebingtinggi. Keseriusan itu diperlihatkan Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan dengan mengundang langsung instruktur pembatik dari pekalongan ke Tebingtinggi.

"Hari ini Instruktur dari pekalongan akan melatih dari awal, saya harap peserta pelatihan batik ini bisa menemukan ciri khas warna, model dan bentuk dari pada batik Tebingtinggi walaupun tidak satu model," ujar Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan saat membuka acara Pelatihan Membatik Metodologi pelatihan pemberdayaan masyarakat bagi usaha kelompok masyarakat kelurahan Kota Tebingtinggi, Selasa (25/6) di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan.

Hadir Pj Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar, ketua Instruktur Nanang Tri Purwanto beserta rombongan dari rumah batik TBIG Pekalongan, Kadis DPMK Tebingtinggi Dra Sri Wahyuni

Pada sambutannya Umar menceritakan riwayat batik Indonesia yang tertua salah satunya dari Pekalongan, selain Jogja dan Solo. Maka dari itu wali kota berterimakasih kepada Bupati Pekalongan. Saat berkunjung ke Pekalongan dia mengajak rombongan Pemko Tebingtinggi ke rumah batik yang merupakan rumah batik binaan Kabupaten Pekalongan.

"Dulunya orang di sana sama seperti kita sekarang ini tidak mengerti, tidak memiliki pekerjaan dan tidak mempunyai penghasilan, tapi dengan semangat, tekad dan kemauan yang keras berkat pembinaan dari Pak Nanang beserta anggotanya mereka berhasil," ujar Umar.

"Arti katanya keberhasilan itu muncul bukan dengan sendirinya tapi dengan usaha dan tekad dari diri kita sendiri untuk merubahnya. Dulu kita hanya minta pewarnaan saja tetapi setelah kita lihat, kita perlu memacu dan memotivasi seluruh kelompok-kelompok yang ada.

Umar kepada kelompok pembatik berpesan bahwa di dalam membatik itu diperlukan kesabaran, luapan dari hati serta jiwa yang kita curahkan dan ini harus diperhatikan untuk hasil yang maksimal. Kegiatan pelatihan membatik inipun diikuti sebanyak 25 peserta dari 5 kelompok pembatik Tebingtinggi (BR3/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments