Rabu, 23 Okt 2019

Pemkab Tobasa Sudah Selayaknya Memiliki Kendaraan Penyedot Debu Perkotaan

admin Sabtu, 14 September 2019 12:28 WIB
SIB/Eduwart MT Sinaga
Debu : H Siahaan warga Balige, secara spontan membersihkan sertu (perpaduan batu dan pasir) yang terjatuh dari dalam mobil pengangkut material pengangkut pasir dan batu yang melintas di Jalinsum yang ada di Balige beberapa waktu yang lalu. Ini sebagai bentuk kepedulian akan kebersihan.
Tobasa (SIB) -Guna mendukung kawasan Danau Toba sebagai kawasan strategis pariwisata nasional super prioritas, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir sudah selayaknya memiliki kendaraan pengisap debu jalan raya perkotaan. Untuk itu sudah sepatutnya Pemkab Tobasa melakukan pengadaan kendaraan ini, untuk menambah kualitas kesehatan dan kenyamanan warga.

Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga kebersihan di Kabupaten Toba Samosir. Pasalnya debu dan pasir yang ada di jalan negara (Jalinsum) yang ada di Kabupaten yang telah berusia 20 tahun ini, sudah sangat mengganggu.

Hamonangan Siahaan warga Toba Samosir yang memberikan perhatian atas kondisi ini kepada SIB, Kamis (12/9) di Balige, menyebutkan, bahwa pada saat ini, khususnya pada musim kemarau, debu dan pasir yang ada di badan jalan sudah sangat menggangu. Debu yang beterbangan ini, dapat mengancam kesehatan paru- paru masyarakat khususnya para pengendara dan juga pejalan kaki serta warga pemukiman penduduk yang berdekatan dengan jalan raya.

Pada musim kemarau, debu-debu yang beterbangan sangat menggangu. Demikian juga halnya dikala musim hujan (turun hujan red), debu dan pasir ini menjadi sebahagian faktor yang mengakibatkan kebanjiran atau tergenangnya air di badan jalan negara yang ada di jalinsum. Hal itu dikarenakan, lobang saluran-saluran pembuangan yang ada di beberapa titik sudah tertutup karena debu dan pasir. Kondisi ini, mengakibatkan tidak bebasnya air mengalir dan masuk ke dalam parit.

"Apalagi, Danau Toba sudah menjadi bahagian kawasan strategis pariwisata nasional super prioritas. Ini juga bahagian dari kebersihan kota," sebut Hamonangan.

Diakuinya, bahwa selama ini, ada petugas yang setiap sore yang menyapu badan jalan. Akan tetapi, petugas ini hanya menyapu sampah-sampah saja. Untuk debu dan pasir, sepertinya belum. Sehingga saat angin bertiup dan kendaraan melintas, debu tersebut beterbangan. Kondisi ini, tentunya sangat mengganggu. Para wisatawan melihat hal ini terkesan kumuh karena pasir dan debu memenuhi badan jalan.

Tentunya hal ini, menyikapi perhatian pemerintah pusat yang memberikan perhatian khusus dalam pengembangan pariwisata Danau Toba. Tentunya ini juga dalam menyambut para turis-turis mancanegara yang akan datang ke daerah ini.

"Bagaimana turis mancanegara duduk menikmati makanan dan minuman di pinggiran jalan negara, jika debu ikut berbaur dengan makan dan minuman mereka. Belum lagi, udaranya. Jadi ini merupakan bagian dari Sapta Pesona yakni bagian dari kebersihan kota," ungkap alumni USU Medan ini. (H01/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments